Kinerja Merosot, Presiden Korsel Lee Jae Myung MINTA MAAF Kepada Rakyatnya.!

Edisi: 1.538
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
 
      Potret: The Straits Times|Properti

SEOUL, KUPANG TIMES – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta maaf kepada rakyatnya setelah tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerjanya terus merosot. 

dalam konferensi pers, Kamis (17/09/26), Lee mengatakan, dirinya terkejut melihat gelombang kekecewaan dan kekhawatiran masyarakat. 

Lee berusaha mendapatkan kembali dukungan publik sekaligus mengembalikan agenda kebijakannya ke jalur yang telah ditetapkan.

Saya ingin mengawali dengan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terus berjuang menjalani kehidupan sehari-hari dalam keadaan sulit, 

Saya terkejut dengan gelombang kekecewaan dan kekhawatiran yang tiba-tiba dari masyarakat,

Namun, setelah banyak melakukan refleksi dan introspeksi, saya sampai pada satu kesimpulan bahwa rakyat selalu benar."|Lee (Presiden Korsel) dikutip dari The Straits Times

Tingkat Kepuasan Publik Anjlok,

Tingkat Kepuasan Publik terhadap Lee merosot dalam dua bulan terakhir. 

Jajak pendapat terbaru yang dirilis, Jum'at, 18 September 2026, sebelum konferensi pers tersebut, menunjukkan tingkat persetujuannya mencapai titik terendah, yakni: 37%. 

Ketidakpuasan terhadap Lee berkaitan Kondisi Ekonomi. 

meski pembangunan industri kecerdasan buatan (AI) global menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan chip seperti SK Hynix dan Samsung Electronics, rakyat melihat dampaknya terhadap kehidupan mereka masih terbatas.

Survei menunjukkan peningkatan ketidakpuasan terhadap sejumlah persoalan, termasuk tingginya harga properti di Seoul. 

menanggapi hal tersebut, Lee mengakui dirinya bertanggung jawab atas kekurangan pemerintahannya.

Kekurangan itu adalah kesalahan saya,

dihadapkan pada begitu banyak tugas yang mendesak, saya terlalu bersemangat untuk bergerak maju dan gagal sepenuhnya memahami perasaan lebih banyak orang."|Lee (Presiden Korsel) 

Direktur Korean People Research Institute Jeong Han-wool mengatakan, Lee berisiko memasuki status lame-duck lebih awal jika tidak mampu membalikkan tren popularitas dan mempertahankan dukungan basis politiknya. 

meski partai Lee menguasai parlemen sehingga tetap dapat menjalankan sejumlah kebijakan, pemerintahannya akan menghadapi kritik atas apa pun yang dilakukan. 

Reshuffle Kabinet belum Dongkrak Dukungan, 

untuk menghentikan penurunan dukungan, Lee sebelumnya melakukan perombakan besar-besaran terhadap kabinetnya beberapa pekan lalu.

Perombakan tersebut mencakup pergantian menteri keuangan, menteri pertahanan, dan menteri kehakiman, di antara sejumlah pejabat lainnya.

Penasihat kebijakan utamanya, Kim Yong-beom, juga mengundurkan diri. 

dalam tulisannya, Kim mengatakan, pemerintah perlu kembali berfokus bukan hanya pada persentase pertumbuhan, tetapi juga pada berapa banyak kehidupan yang telah berubah karena pertumbuhan tersebut. 

Namun, perombakan kabinet dan perubahan pesan pemerintah tersebut belum berhasil meningkatkan tingkat persetujuan terhadap Lee. 

Antara Tekanan Trump dan Rakyat Korsel, 

di tengah persoalan domestik, Lee harus menghadapi tantangan dalam menjaga hubungan penting Seoul dengan Washington.

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan, antara lain untuk membantu melindungi negara tersebut dari Korea Utara yang memiliki senjata nuklir. 

Namun, Trump telah membatalkan latihan militer bersama Seoul yang sudah lama direncanakan. 

Trump mengatakan, persahabatannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un serta dugaan penolakan Seoul membantu AS dalam perang Iran sebagai alasan.

Washington juga mengeluhkan kurangnya tindak lanjut Korea Selatan terhadap komitmen investasinya. 

untuk meredakan hubungan dengan Washington, pemerintahan Lee mengatakan sedang mengeksplorasi opsi untuk membantu upaya membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, Lee menghadapi penolakan kuat di dalam negeri terhadap kemungkinan pengiriman pasukan untuk membantu mengamankan Selat Hormuz di bawah tekanan AS.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: The Straits Times, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®