Utang Pemerintah Meningkat, Tembus IDR 10.293 Triliun.!

Edisi: 1.500
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti • ilustrasi

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) per Juni 2026 tercatat 41,26%, meningkat dibanding posisi akhir Maret yakni: 40,75%.'

Kementerian Keuangan RI, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), merilis posisi terkini utang Pemerintah. 

hingga 30 Juni 2026, total utang pemerintah telah mencapai IDR 10.293,69 Triliun atau meningkat dibandingkan dengan akhir Maret yang tercatat IDR 9.920,42 Triliun.

Komposisi utang pemerintah didominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai 87,11% dari total. 

Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik."|dikutip dari laman resmi DJPPR, Rabu (12/08/26) 

dari total pinjaman pemerintah saat ini, porsi utang dari SBN sebesar IDR 8.966,7 Triliun. • Sisanya adalah utang yang berasal dari pinjaman dalam dan luar negeri, yakni: sebesar IDR 1.326,90 Triliun.

Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per Juni 2026 tercatat 41,26%, meningkat dibanding posisi akhir Maret, yakni: 40,75%. 

Angkanya juga naik dibanding semester awal tahun lalu yang tercatat 39,86% terhadap PDB. 

Berdasarkan Undang-Undang Keuangan Negara, rasio utang dibatasi maksimal 60% terhadap PDB.

Pemerintah menargetkan penarikan utang baru IDR 832,2 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun ini. 

Total target tersebut pun meningkat dibanding penarikan utang di tahun 2025 yang mencapai IDR 775,9 triliun. 

Kemenkeu melaporkan per 30 Juni 2026 utang neto pemerintah telah mencapai IDR 477,4 triliun. 

Realisasi utang di semester I tersebut sebesar 57,4% dari target penarikan tahun ini.

Kemenkeu menyatakan pemenuhan pembiayaan utang berjalan on-track melalui langkah antisipatif dan active cash and debt management, untuk menjaga ketersediaan kas pemerintah yang memadai dan saldo anggaran lebih (SAL) yang tetap kuat. 

dalam konferensi pers akhir Juni 2026 lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemenuhan target pembiayaan mempertimbangkan cost of fund yang efisien dan risiko yang termitigasi serta tata kelola yang baik dan terjaganya indikator utang pada level yang aman.

Pembiayaan utang juga digunakan untuk menambal defisit APBN yang tahun ini ditargetkan IDR 689 triliun. 

Sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit anggaran di semester pertama tahun ini mencapai IDR 196,5 triliun atau 0,76% terhadap produk domestik bruto.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Keuangan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kemenkeu RI, DJPPR, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®