Edisi: 1.498
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajarannya membandingkan kualitas buku sekolah dengan negara-negara Asia Tenggara.'
Presiden RI Prabowo Subianto ingin memperbaiki kualitas buku pelajaran sekolah dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Prabowo meminta dua pembantunya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, untuk membandingkan kualitas buku sekolah dengan negara-negara tetangga.
Prasetyo mengatakan, Prabowo ingin mengubah buku-buku sekolah agar jadi lebih baik.
"Intinya kita mau memperbaiki kualitas buku ajar bagi seluruh adik-adik peserta didik kita mulai dari SD, SMP, maupun SMA."|Pras (Mensesneg RI) di Istana Kepresidenan Jakarta, Jum'at (07/08/26)
Prasetyo mengatakan, buku-buku pelajaran yang dijadikan pembanding telah datang dari Thailand, Malaysia, Brunei Darusalam, Timor Leste, Kamboja, hingga Vietnam.
Seskab Teddy secara khusus memesannya dari luar negeri.
Prasetyo mengungkapkan, saat ini, pemerintah telah membentuk tim lintas kementerian untuk melakukan perbandingan buku dan perbaikan kualitas.
tim terdiri dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga Bappenas.
"ini adalah menindaklanjuti petunjuk dari Bapak Presiden."|Pras (Mensesneg RI)
sementara itu, Teddy mengatakan, Presiden RI Prabowo memiliki perhatian khusus ke beberapa mata pelajaran yang perlu disempurnakan materinya, antara lain: wawasan kebangsaan dan nasionalisme, sains dan teknologi, matematika, dan kemampuan berbahasa asing.
tidak hanya materi, Prabowo ingin kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan.
Prabowo berharap, buku-buku untuk siswa punya tampilan lebih menarik, huruf yang lebih besar dan nyaman untuk dibaca, serta menggunakan bahan baku yang baik sehingga bisa awet.
pembaharuan buku ajar telah menjadi perhatian Presiden, yang berawal dari kunjungan Prabowo ke sejumlah sekolah.
"saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu per satu, kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil sehingga anak SD khususnya baca sangat dekat.. Kemudian ya kalau dibaca kurang baik."|Teddy (Seskab)
Teddy mengatakan, Kondisi itu, membuat Prabowo ingin mengecek semua buku pelajaran di Indonesia dari SD hingga SMA.
Nantinya, Prabowo ingin buku pelajaran yang sudah diperbaiki bisa diakses dengan interactive flat panel atau layar pintar yang dibagikan pemerintah ke sekolah-sekolah.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pendidikan, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemensetneg RI, Seskab, BPMI,
| Penerbit: Kupang TIMES
