Menteri PU, Blak-Blakan SOAL Gempa Flores-NTT: "itu Makanan Sehari-hari." ini DAFTAR Kontroversi Dody Hanggodo.!

Edisi: 1.510
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: KC|Properti • Dody Hanggodo usai menyetir sendiri mobilnya dari Gerbang Tol Kalikangkung hingga Brebes, Sabtu (28/03/26) 

Ringkasan Berita:

• Menteri PU Dody Hanggodo menyebut gempa bumi di Flores-NTT sebagai makanan sehari-hari saat rapat di Jakarta, Kamis (20/08/26).

• Pernyataan kontroversial tersebut menambah daftar polemik komunikasi publik Dody Hanggodo sejak awal menjabat sebagai menteri.

• Berbagai kontroversi menteri meliputi rencana kunjungan kerja ke AS bersama keluarga hingga mutasi massal pegawai senior.

JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo kembali menjadi sorotan publik usai memberikan pernyataan yang tidak biasa di hadapan anggota DPR-RI.

Dody memberikan laporan terkait penanganan darurat bencana gempa bumi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/08/26).

dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR-RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Dody mengatakan, getaran gempa di wilayah tersebut sebagai hal yang biasa terjadi sehari-hari.

Ucapan Dody menambah rentetan kontroversi komunikasi publik sang menteri yang dinilai kurang sensitif oleh masyarakat.

Pernyataan Soal Gempa Flores-NTT di Sidang DPR-RI, 

dalam rapat yang berlangsung di pertengahan tahun 2026 tersebut, Dody membagikan pengalamannya saat meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Flores-NTT.

Dody menceritakan momen ketika dirinya ikut merasakan guncangan gempa saat sedang berdiri di podium upacara.

"memang tiap hari di seluruh daerah terdampak itu masih gempa, Pak.!

Jadi saya waktu upacara di sana.. saya kena gempa 5,8 Pak.. saat saya lagi berdiri di podium.. Jadi memang 5,8-5,6 itu sudah jadi makanan sehari-hari."|Dody (Menteri PU) secara langsung di hadapan para anggota Parlemen.

meski bermaksud menggambarkan situasi lapangan yang dinamis dan terus berguncang, penggunaan istilah 'panganan' atau 'makanan' sehari-hari untuk bencana gempa bermagnitudo besar memicu kritik.

Daftar Kontroversi Dody Hanggodo, 

Sejak menjabat, gaya komunikasi dan kebijakan Dody Hanggodo kerap memicu polemik di ruang publik. 

Berikut, daftar kontroversi yang pernah melibatkan namanya, antara lain:

1. Rencana Kunker ke AS Bawa Anak dan Isteri, 

Publik sempat dihebohkan oleh bocornya draf surat dinas kementerian terkait rencana perjalanan dinas Dody ke New York, Amerika Serikat, pada Juli 2026.

Surat tersebut mencantumkan nama isterinya, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha.

Netizen curiga perjalanan ini merupakan aksi 'aji mumpung' karena jadwalnya bertepatan dengan Final Piala Dunia 2026 di New Jersey.

Kementerian PU mengklarifikasi bahwa; biaya keluarga menggunakan dana pribadi.

namun, kunker tersebut akhirnya dibatalkan.

2. Mutasi Massal ASN Senior, 

Isu mutasi massal pegawai senior di lingkungan Kementerian PU mencuat tidak lama setelah draf kunker ke AS bocor.

sedikitnya 8 (delapan) pegawai dimutasi ke berbagai wilayah pelosok. 

hal tersebut dicurigai publik sebagai bentuk hukuman atas bocornya dokumen rahasia tersebut.

Dody membantah tudingan itu dan mengklaim mutasi adalah hal biasa untuk penyegaran birokrasi.

Dody justru mengaitkan perombakan jabatan dengan laporan PPATK bahwa 15 persen pegawai Kementerian PU terlibat aktivitas judi online.

3. Sayembara Umrah Terkait Isu Keponakan, 

Dody dikaitkan dengan rumor nepotisme setelah Aisyah Zakkiyah, yang disebut-sebut sebagai keponakannya, diangkat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk dengan honor fantastis.

Alih-alih menanggapi dengan tenang, Dody secara defensif menantang publik dan wartawan dengan menjanjikan hadiah umrah sekeluarga bagi siapa saja yang bisa membuktikan tuduhan tersebut.

4. Pengakuan 'Ngutang Dulu' untuk Tangani Bencana, 

Saat rapat bersama Komisi V DPR-RI Januari 2026 lalu, Dody sempat terbata-bata hingga penjelasannya dipotong oleh pimpinan sidang.

Saat itu, Dody secara blak-blakan mengaku bahwa; Kementerian PU biasanya menunjuk penyedia jasa dan 'utang dulu' untuk menangani bencana darurat, karena keterbatasan dana.

DPR-RI menyetop penjelasan Dody, karena menganggap perkataan 'berutang' sangat memalukan bagi sebuah negara yang sebenarnya mampu membiayai bencana secara mandiri.

5. Kasus Doxing Dosen UGM, 

Kasus ini bermula ketika dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, menerima ancaman doxing dan intimidasi setelah mengomentari isu mutasi ASN di Kementerian PU di media sosial.

meski Dody bersumpah tidak tahu-menahu tentang intimidasi tersebut, peristiwa tersebut membuat atmosfer kritik terhadap kepemimpinannya semakin memanas.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kementerian PU-RI, Komisi V DPR-RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®