Content Creator Rekam 'Usher' GIIAS Tanpa Izin, Menkomdigi RI Meutya Hafid: "Langgar UU PDP.!"

Edisi: 1.492
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel


JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi soal influencer atau pembuat konten (content creator), Emanuel Bryan atau dikenal sebagai Bryan Ebem yang merekam sejumlah usher di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tanpa izin. 

Meutya menegaskan, merekam tanpa izin tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP).

"Perekaman tanpa izin terhadap seorang perempuan, ini kita juga mendapat banyak masukan.. dan pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap Undang-Undang PDP."|Meutya (Menkomdigi RI) di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (03/08/26).

Meutya menekankan, tindakan merekam usher tanpa izin yang bersangkutan juga merupakan bentuk pelanggaran etika.

Meutya mengingatkan, menjadikan ruang publik sebagai alasan juga tidak dapat dibenarkan jika tidak mendapatkan izin dari subjek yang direkam. 

"Ini kasusnya kurang lebih sama dengan ketidaknyamanan yang disampaikan teman-teman, misalnya yang sedang melakukan olahraga di jalan-jalan raya yang kemudian direkam tanpa izin."|Meutya (Menkomdigi RI)

Meutya mengatakan, Komdigi lewat Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) juga akan melakukan langkah-langkah terukur dalam penyelesaian masalah tersebut. 

"tentu di Komdigi juga kami akan meneruskan kepada Wasdig untuk kemudian melakukan langkah-langkah terukur untuk menyelesaikan masalah ini."|Meutya (Menkomdigi RI)






cukup tahu • dalam sehari terakhir nama influencer Bryan Ebem ramai dibahas setelah mengunggah konten sejumlah usher di GIIAS 2026. 

Namanya viral setelah seorang usher membagikan pengalamannya dengan influencer tersebut di akun media sosial Thread.

dalam unggahannya, usher tersebut menceritakan bahwa; Bryan Ebem telah melanggar privasinya karena merekamnya tanpa izin dan mengunggahnya di akun media sosialnya. 

saat usher tersebut meminta Bryan Ebem menghapus unggahannya atau takedown, Bryan Ebem justru meminta uang kepadanya dengan dalih biaya produksi.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kemenkomdigi RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®