Celios: 'Penempatan Calon Manajer Koperasi TIDAK JELAS.'

Edisi: 1.492
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: TCO|Properti

Ringkasan Berita:

• Celios mengkritik ketidakjelasan rencana pemerintah menempatkan calon manajer koperasi desa merah putih.

• Akan terjadi pemborosan anggaran karena calon manajer sudah digaji tapi belum bekerja.

• Akan memperburuk beban fiskal jika calon manajer yang direkrut kemudian mengundurkan diri.

'Celios mengkritik ketidakjelasan rencana pemerintah menempatkan calon manajer koperasi desa merah putih dan kampung nelayan merah putih.'

JAKARTA, KUPANG TIMES - Center of Economic and Law Studies atau CELIOS mengkritik ketidakjelasan rencana pemerintah menempatkan calon manajer koperasi desa merah putih dan kampung nelayan merah putih. 

Peneliti Celios Isnawati Hidayah menilai pemerintah menggantungkan nasib 33.785 orang lulusan pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.

Pasalnya, jumlah sumber daya manusia yang siap bekerja itu lebih banyak dibandingkan total 1.021 unit koperasi yang siap beroperasi. 

di sisi lain ini juga membuka celah pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara yang menjadi sumber gaji manajer koperasi desa.

bagaimana mereka bekerja ketika koperasinya pun belum siap.? ini kan membuka peluang adanya gaji yang dibayarkan tetapi tidak ada pekerjaan yang dilakukan secara konkret."|Isnawati (Peneliti) melalui pesan suara, Minggu (02/08/26). 

dalam pelatihan bela negara dan manajerial yang digelar selama 45 hari sejak 17 Juni 2026, Kementerian Pertahanan mengeluarkan anggaran IDR 1,064 Triliun untuk membiayai kegiatan itu. 

Biaya untuk setiap peserta diperkirakan mencapai IDR 30 Juta.

Isnawati mengatakan, pemborosan anggaran ini merupakan dampak dari kelalaian tata kelola rekrutmen manajer koperasi yang tidak didahului dengan studi piloting. 

bagi lulusan SPPI, ketidakjelasan skema penempatan juga bisa mendorong mereka meninggalkan pekerjaan karena menanti penugasan yang tidak tahu kapan datang.

hal tersebut juga akan memperburuk beban fiskal, jika calon manajer yang mengikuti pelatihan pada akhirnya akan mengundurkan diri. 

ini akan membuka peluang potensi pemborosan yang sangat besar kepada APBN, 

Apalagi kondisi APBN kita ini sedang tertekan dan tidak baik-baik saja."|Isnawati (Peneliti)

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari, mengatakan, penempatan kerja bagi calon manajer koperasi dijadwalkan keluar pada pekan pertama Agustus 2026. 

Namun, hingga kini pemerintah masih membahasnya dengan menunjuk Badan Pelaksana Badan Usaha Milik Negara untuk mengatur itu. 

Proses penempatan akan dilakukan oleh BP BUMN."|Destry Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, dikutip dari TCO, Minggu (02/08/26) 

Destry mengatakan, pemerintah masih membahas rencana pembagian lokasi kerja calon manajer dan segera mengumumkannya ke publik. 

Destry menjelaskan, manajer koperasi desa diprioritaskan bekerja di wilayah domisili masing-masing. 

Namun, jika terdapat lebih dari satu calon manajer di daerah yang sama, maka pemerintah akan mengirim salah satunya ke wilayah terdekat.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, hingga saat ini ada 18.672 koperasi desa atau kelurahan merah putih yang telah selesai dibangun. 

dari jumlah itu, sebanyak 1.021 koperasi sudah mulai beroperasi dan akan menjadi lokasi penempatan para manajer lulusan SPPI.

saat dihubungi lewat aplikasi Whatsapp, Minggu (02/08/26) kemarin, Joao enggan menanggapi pertanyaan tentang bagaimana rencana pemerintah mengatasi ketimpangan jumlah manajer dan lokasi penempatan.

setelah penutupan diklat SPPI, Joao tidak ambil pusing dengan permasalahan di atas lantaran dalam tiga minggu ke depan bakal ada sekitar 35 ribu koperasi yang selesai dibangun. 

Joao berdalih saat ini sebetulnya sudah ada 18.672 ribu koperasi yang sudah selesai dibangun namun belum beroperasi.

selain itu, sebanyak 3.558 ribu koperasi disebut masih dalam tahap pembangunan. 

Joao optimistis jumlah itu akan bertambah signifikan dalam beberapa pekan ke depan. 

Teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi dan yang belum belum selesai pun sesuai dengan statistik yang ada kurang lebih sekitar 2-3 minggu ke depan 35.000 akan selesai."|Joao (Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Koperasi, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: CELIOS, PT Agrinas Pangan Nusantara, Kemenkop RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®