Analis Politik SEBUT 'Londo Ireng' Itu Pejabat KORUP.!

Edisi: 1.485
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BPMI|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Analis politik mengatakan semestinya pelabelan londo ireng disematkan kepada pejabat atau mantan pejabat yang korup.'

Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang melabeli pengkritik pemerintah sebagai 'Londo Ireng' dinilai salah alamat. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah berpendapat, semestinya pelabelan londo ireng disematkan kepada pejabat atau mantan pejabat yang korup.

"Londo Ireng sebagai analogi pengkhianat perlu disematkan oleh tokoh, seperti: Dadan Hindayana, Nadiem Makarim, dan siapapun yang sudah terbukti korupsi."|Dedi (Dir IPO) dikutip dari TCO, Senin (27/07) 26) 

Dedi menilai, pelabelan londo ireng oleh kepala negara kepada rakyatnya memprihatinkan. 

Dedi menduga, pelabelan yang salah sasaran itu bisa keluar dari presiden lantaran kualitas lingkar kekuasaan yang mengkhawatirkan.

"Pernyataan itu juga menandai tidak ada seorangpun bisa mempengaruhi estetika pidato presiden."|Dedi (Dir IPO) 

cukup tahu • sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan sebutan 'Londo Ireng' kepada para pengkritik kebijakannya saat menyampaikan pidato pada puncak peringatan Hari Lahir Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis, 23 Juli 2026. 

dalam pidatonya, Prabowo mengatakan ada orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. 

"itu yang dulu kita sebut londo ireng, yang ikut Belanda perang melawan kita.. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada."|Prabowo (Presiden RI) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (23/07/26) malam.

Ketua Umum Partai Gerindra itu, mengklaim, kelompok tersebut kini hadir dalam berbagai bentuk, seperti: Wartawan, Jurnalis, Pengamat, LSM.

Tanggapan AJI, 

Sekertaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen Bayu Wardhana menuntut Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf, karena mengibaratkan Jurnalis sebagai 'Londo Ireng'. 

Bayu mengatakan, metafora itu mendiskreditkan profesi Jurnalis sebagai kelompok kritis.

Londo Ireng diartikan sebagai orang Indonesia yang dianggap berkhianat, membelot, atau lebih membela kepentingan asing dibandingkan bangsanya sendiri. 

"Sebaiknya Presiden minta maaf soal ini dan memperbaiki pidato-pidatonya."|Bayu (Sekjen AJI) melalui dikutip dari TCO, Jum'at (24/07/26)

Bayu mengatakan, penyematan istilah londo Ireng merupakan tuduhan tanpa dasar. 

sebab Jurnalis bekerja untuk memberitakan fakta, bukan kepentingan asing. • contoh: ketika jurnalis memberitakan kasus keracunan menu makan bergizi gratis yang menjadi program prioritas Prabowo.

Bayu meminta, Kepala Negara melihat pemberitaan itu sebagai kritik konstruktif, alih-alih sebagai suatu serangan personal. 

"Presiden jangan menyerang pembawa berita, tapi memperbaiki fakta yang buruk, misalnya: dengan memperbaiki tata kelola MBG."|Bayu (Sekjen AJI)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hukum, Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: IPO, AJI, TCO, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®