Presiden RI, Prabowo Subianto: "Jangan KAGUM dengan Bangsa yang Rampas Bangsa Lain."

Edisi: 1.416
Halaman 5
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BPMI|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Presiden Prabowo menyinggung dampak kolonialisme Belanda saat berpidato di paripurna DPR-RI.'

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan, rakyat Indonesia tidak boleh terlalu kagum dengan bangsa yang kaya dari merampas kekayaan bangsa lain. 

Prabowo menyampaikan pandangannya, saat berpidato di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rabu (20/05/26) 

Prabowo menyinggung kolonialisme dalam pidatonya. 

hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain."|Prabowo (Presiden RI) di Gedung MPR/DPR/DPD.

Ketua Umum Partai Gerindra itu, mengatakan, para pendiri bangsa telah merasakan perampasan tersebut pada era kolonialisme. 

Pada masa penjajahan, mereka (Pendiri Bangsa) melihat bagaimana kekayaan nusantara dirampas bangsa lain.

Prabowo mengungkapkan, Ketika itu, bangsa Indonesia dihinakan dan dirampas kehormatannya. 

Para pendiri bangsa merasakan apa artinya imperialisme itu."|Prabowo (Presiden RI) 

Prabowo menyoroti bangsa Belanda yang pernah memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia pada periode 1500-an hingga 1800-an meski merupakan negara kecil. 

Capaian tersebut adalah hasil dari penjajahan di wilayah nusantara yang kini menjadi Indonesia.

Prabowo mengatakan, maka dari itu, bangsa Indonesia tidak boleh rendah diri. 

Prabowo meminta rakyat Indonesia tidak terlalu kagum dengan apa yang diajarkan bangsa-bangsa asing. 

Janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita."|Prabowo (Presiden RI) 

Prabowo mengatakan, meski begitu, masyarakat tetap harus terus mengambil hikmah agar dapat belajar. 

tapi juga kita harus belajar dari sejarah."|Prabowo (Presiden RI) 

Prabowo mengutip adagium bahwa; 'bangsa yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, 

Jika tidak, bangsa itu akan mengulangi sejarah kelam yang sama dialami nenek moyang mereka.'

Pensiunan Jenderal Bintang 4 tersebut, mengatakan, pemimpin di Indonesia harus kuat. 

apabila pemimpin di nusantara lemah dan tidak bersatu, maka kekayaan di nusantara akan terus diambil oleh kekuatan di luar nusantara, ini sejarah, ini terjadi."|Prabowo (Presiden RI) 

Prabowo hadir di rapat paripurna DPR-RI 2026, untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF). 

Prabowo menjadi presiden pertama yang menyampaikan secara langsung KEM-PPKF kepada parlemen.

Ketua Komisi XI DDPR-RI, Mukhamad Misbakhun mengatakan, biasanya penyampaian kerangka ekonomi dan pokok kebijakan fiskal disampaikan Menteri Keuangan atas nama Presiden. 

hari ini dibacakan langsung oleh Bapak Presiden, itu menjadi sebuah tradisi baru."|Misbakhun (Legislator RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (20/05/26). 

Misbakhun menjelaskan, penyampaian KEM-PPKF merupakan putaran awal pembahasan rancangan anggaran pendapatan belanja negara atau APBN untuk 2027. 

Nantinya, Kepala Negara akan membahas sejumlah asumsi makro, mulai dari: pertumbuhan ekonomi • tingkat inflasi • nilai tukar rupiah • ICP produksi lifting minyak dan lifting gas • alokasi pagu indikatif untuk kementerian dan lembaga, hingga surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun.

alih-alih muncul di rapat paripurna karena kondisi pelemahan rupiah, Misbakhun mengatakan, kehadiran Prabowo karena Kepala Negara ingin penyampaian kerangka ekonomi ini menjadi perhatian masyarakat. 

tentunya masyarakat akan menunggu dan ini akan menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan."|Misbakhun (Legislator RI)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: TV Parlemen, Setpres, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®