Edisi: 1.399
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan alasan membangun storage atau tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) dengan kapasitas 153.000 Kilo-Liter (K-L) di Maumere, Nusa Tenggara Timur • Palaran, Kalimantan Timur • dan Biak, Papua.
Direktur Infrastruktur Project dan Aset Integritas PPN, Setyo Pitoyo menjelaskan, tangki BBM di Maumere bertujuan untuk meningkatkan stok operasional di wilayah tersebut dan diharapkan dapat menjadi sentral energi di Nusa Tenggara Timur.
sementara di Biak, storage BBM tersebut dibangun, agar kebutuhan BBM di kawasan dapat terpenuhi.
“Kemudian yang di Biak tentu harapannya dengan melakukan upgrade itu nanti bisa kita mendatangkan minyak yang lebih banyak di situ sehingga bisa kawasan lokal di Biak itu bisa kita penuhi."|Setyo (Dir. IPAI PPN) di Kilang Cilacap, Rabu (29/04/26).
Setyo mengungkapkan alasan membangun tangki penyimpanan BBM di Palaran adalah untuk mengganti salah satu terminal BBM di Samarinda yang letaknya di tengah kota.
“Kemudian kalau Palaran itu sepertinya mengganti salah satu apa terminal BBM kita yang di Samarinda di mana yang di Samarinda itu di tengah kota,
Jadi kita agak pinggirin dikit lah seperti itu."|Setyo (Dir. IPAI PPN)
Presiden RI, Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama proyek hilirisasi fase dua, Rabu (29/04/26).
secara keseluruhan, terdapat 13 proyek yang resmi mulai dibangun dengan estimasi total investasi mencapai IDR 116 Triliun.
Proyek yang resmi dimulai di antaranya adalah pembangunan fasilitas kilang bensin di Dumai dan Cilacap, Jawa Tengah milik Pertamina.
Kedua proyek tersebut memiliki kapasitas 62.000 barel per hari (bph). Proyek tersebut mampu untuk substitusi impor bensin hingga 2 Juta Kilo-Liter (K-L).
selain itu, Pertamina mengembangkan terminal fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Palaran, Biak, dan Maumere dengan kapasitas 153.000 K-L.
cukup tahu • Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat kapasitas storage BBM nasional pada awal tahun ini mencapai 9,16 Juta K-L.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho menjelaskan, dari besaran itu, sebanyak 67% atau 6,1 Juta K-L di antaranya merupakan milik PT Pertamina (Persero), smentara 33% penyimpanan BBM di RI atau 3,06 Juta K-L dimiliki non-Pertamina.
Jawa Timur menempati posisi teratas dengan kapasitas mencapai 1,15 Juta K-L, diikuti Jawa Barat sebesar 950.000 K-L, dan DKI Jakarta sebesar 910.000 K-L.
sementara itu, Kepulauan Riau memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 890.000 kl, disusul Banten dengan kapasitas 770.000 K-L.
Berikut, Daftar 13 Proyek Hilirisasi Fase 2 Danantara, antara lain:
1. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Cilacap, Jawa Tengah (Pertamina),
2. Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai, Riau (Pertamina),
3. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Palaran, Kalimantan Timur (Pertamina),
4. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Biak, Papua (Pertamina),
5. Pembangunan Tangki Penyimpanan BBM di Maumere, NTT (Pertamina),
6. Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan (MIND ID, Pertamina). Kapasitas 1,4 juta ton per tahun,
7. Fasilitas Produksi Stainless Steel berbahan dasar nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Krakatau Steel). Kapasitas 1,2 juta ton per tahun,
8. Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon di Cilegon, Banten (Krakatau Steel). Memiliki kapasitas 1,5 juta ton per tahun.
9. Pengembangan Ekosistem & Produksi Aspal Buton di Karawang, Jawa Barat (Jasa Marga, WIKA),
10. Hilirisasi Tembaga & Emas di Gresik, Jawa Timur (PINDAD, MIND ID).
Pengembangan fasilitas brass mill, brass cup dan manufaktur logam mulia di Gresik, Jawa Timur.
Kapasitas awal pengembangan mencakup produksi brass cup hingga 10.000 ton per tahun dan periode pembangunan proyek 2026—2029,
11. Hilirisasi Minyak sawit jadi Produk Oleofood dan Biodiesel di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara (PTPN),
12. Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Kebun Awaya Maluku Tengah, Maluku (PTPN). Memiliki kapasitas 2.560 ton biji pala kering per tahun.
13. Fasilitas Pengolahan Kelapa Terintegrasi (MCT, Tepung, Arang Aktif) di Maluku Tengah, Maluku (PTPN). Memiliki kapasitas 300.000 butir kelapa per hari.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Migas,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: PT Pertamina Patra Niaga,
| Penerbit: Kupang TIMES
