TNI tetap Berkukuh, Motif TEROR Penyiraman Air Keras Ke Andrie Yunus adalah DENDAM Pribadi.!

Edisi: 1.383
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel


JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan semua fakta di balik kasus teror ke Andrie Yunus akan dibuka dengan transparan di persidangan.'

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal. Aulia Dwi Nasrullah meminta publik mempercayai TNI dalam pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang melibatkan 4 (empat) anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS). 

Aulia mengatakan, semua fakta di balik kasus teror tersebut akan dibuka dengan transparan di persidangan, termasuk motifnya.

saya pikir sudah dijelaskan motifnya, bahwa; ini (dendam) pribadi, dan itu nanti kita bisa lihat di persidangan yang akan digelar terbuka."|Aulia (Kapuspen TNI) saat ditemui di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis (16/04/26) 

Aulia terlihat irit bicara, saat dirinya dimintai tanggapan tentang adanya dugaan bahwa; teror terhadap Andrie dirancang dari rumah dinas BAIS di Jl. Panglima Polim III, Jakarta Selatan. 

Aulia justru mengatakan, dugaan bahwa 4 (empat) prajurit melakukan serangan terhadap Andrie karena dendam pribadi merupakan temuan awal yang diperoleh dari hasil penyelidikan.

Aulia menjelaskan, keterangan ihwal motif itu akan dibuka secara jelas di persidangan, termasuk wajah dan identitas pelaku. 

Bisa dilihat semua, nanti akan dijelaskan di sana."|Aulia (Kapuspen TNI)

cukup tahu • laporan edisi mingguan Tempo berjudul: "Bagaimana Teror Air Keras Dirancang di Rumah Dinas Bais TNI" yang terbit pada 29 Maret 2026 mengungkap operasi penyiraman air keras terhadap Andrie itu diduga dirancang dari rumah dinas BAIS yang berlokasi di Jl. Panglima Polim III Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Andrie disiram air keras saat perjalanan pulang ke rumahnya di persimpangan Jalan Salemba 1-Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis tengah malam, 12 Maret 2026. 

Akibat serangan tersebut, Wakil Koordinator KontraS itu menderita luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. 

Kini Andre masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Kepolisian Polda Metro Jaya awalnya mengusut kasus teror tersebut, lalu merilis inisial 2 (dua) orang yang diduga pelaku penyerangan. 

di saat yang sama, Pusat Polisi Militer TNI menangkap 4 (empat) orang terduga pelaku dengan inisial  NDP, SL, BHW, dan ES. NDP berpangkat kapten, SL dan BHW berpangkat letnan satu, sedangkan ES berpangkat sersan dua. Keempat tersangka merupakan anggota Bais TNI.

Puspom TNI telah melimpahkan berkas perkara keempat tersangka ke Pengadilan Militer Jakarta II-08 Jakarta. 

Kepala Oditur Militer II-07 Jakarta, Kolonel Corps Hukum (Chk). Andri Wijaya mengklaim motif penyiraman yang dilakukan keempat tersangka adalah dendam pribadi. 

Andri Wijaya mengatakan, dendam pribadi tersebut dipicu oleh peristiwa sebelumnya yang melibatkan korban. 

Peristiwa yang dimaksud adalah ketika Andrie Yunus menerobos rapat tertutup pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang berlangsung di salah satu hotel di Jakarta Pusat, pada 2025. 

"Iya, ada (insiden Hotel Fairmont),

Tapi lebih jelasnya bisa kita lihat dan dengarkan pembuktian di persidangan nanti."|Andri (Kepala Oditur Militer II-07 Jakarta) dalam konferensi pers di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, yang dilansir Antara, Kamis (16/04/26) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Militer, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Puspen TNI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®