'EVALUASI Program Makan Bergizi Gratis' Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena: "Program MBG bukan sekadar Program BANTUAN."

Edisi: 1.376
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BAP|Properti

KUPANG TIMES - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri kegiatan pengarahan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Koordinator Wilayah, Yayasan, serta Mitra Pelaksana Program dari berbagai Daerah se-NTT yang digelar di Hotel Aston, Kamis (09/04/26).

Pengarahan dan evaluasi tersebut, dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Rudi Setiawan selaku Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III Badan Gizi Nasional (BGN) yang menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan pengawasan dalam pelaksanaan program agar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

mengawali sambutannya, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menegaskan, Program MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada rakyat, khususnya masyarakat di Prov NTT. 

program MBG merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Prov NTT.

dampak program ini luar biasa, dan perlu kita pahami bersama, bahwa tidak semua anak berangkat ke sekolah dengan kondisi perut yang cukup terisi, 

bagi banyak keluarga dengan ekonomi rendah, memenuhi kebutuhan gizi harian masih menjadi tantangan, dan melalui MBG juga, anak-anak jadi semangat ke sekolah."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

terkait persoalan gizi, khususnya pada anak-anak dan kelompok rentan, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, hal tersebut masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk menuju Indonesia Emas 2045. 

eks Legislator RI itu, menjelaskan, program ini tidak hanya sekedar memberikan makanan, tetapi juga menanamkan harapan, meningkatkan kesehatan, serta membangun masa depan generasi Prov NTT yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing.

manfaat MBG tentu meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotorik anak dengan menyediakan nutrisi seimbang untuk pertumbuhan otak dan energi fisik anak di sekolah,

asupan gizi yang tepat memperbaiki konsentrasi, daya ingat, dan motivasi belajar (kognitif), sementara energi yang cukup mendukung aktivitas fisik serta perkembangan karakter (psikomotorik) di sekolah."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT,  Melki Laka Lena mengatakan, pelaksanaan MBG di Indonesia dirancang sebagai penggerak roda ekonomi yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.

melalui sinergi bersama seluruh Pemda dan mitra MBG di NTT, seluruh sektor, baik sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, logistik dan sektor lainnya akan tergerak,

MBG memberikan dampak ekonomi ke semua sektor-sektor tersebut, dan jika semua _supply chain_ kedepannya berasal dari NTT, tidak lagi dari luar maka tentu dampak ekonomi akan kita rasakan lebih bagus lagi,

ini tentu akan menekan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di NTT akan terus bergerak positif."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Melki Laka Lena mengatakan, berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT per September 2025, program MBG bersama dengan intervensi kebijakan lainnya berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di NTT.

dan berdasarkan data BPS, per September 2025, angka kemiskinan di NTT turun menjadi 17,50% dari sebelumnya 19,10%, berkurang 1,10% dibandingkan Maret 2025, dan menurun 1,52 poin dibandingkan September 2024,

di tengah situasi fiskal yang sulit dan kebijakan efisiensi anggaran, ini suatu pencapaian yang luar biasa,

selain itu, pertumbuhan ekonomi NTT juga mencatatkan peningkatan yang signifikan dari 3,73% menjadi 5,14% atau naik lebih dari 1,3%."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Politikus Golkar itu, mengungkapkan, hingga kini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif secara keseluruhan berjumlah total 242 SPPG yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se NTT. 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena berharap, jumlah ini harus bisa digenjot lagi agar manfaat MBG dan _multiplier effectnya_ akan terus berdampak bagi NTT.

harus kita tambah lagi. Kalau bisa sampai jumlah maksimal SPPG di NTT,

Jika itu terealisasi, maka dampaknya akan jauh lebih besar untuk kita di NTT."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

dalam kesempatan tersebut, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menegaskan beberapa hal penting kepada para koordinator wilayah, yayasan, serta mitra dalam menjalankan Program MBG.

Pertama, Jaga integritas dan komitmen pelayanan. Program ini bukan proyek, tetapi amanah, 

Jangan pernah ada ruang untuk penyimpangan, pengurangan kualitas, atau praktik yang merugikan masyarakat,

Kedua, pastikan kualitas gizi tetap menjadi prioritas utama,

Jangan sekadar mengejar kuantitas distribusi,

Makanan yang diberikan harus benar-benar memenuhi standar gizi, higienis, dan layak konsumsi,

Ketiga, Bangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan SPPG, 

Jangan berjalan sendiri-sendiri. Sinkronisasi data, pelaporan, dan pelaksanaan di lapangan harus solid dan saling mendukung baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga tingkat desa/kelurahan, 

Keempat, Responsif terhadap evaluasi dan perbaikan. Jangan alergi terhadap kritik,

Setiap masukan adalah bagian dari upaya kita untuk menyempurnakan program ini,

dan terkahir kelima, hadir dengan empati dan tanggung jawab sosial,

Ingat, yang kita layani adalah anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan, balita yang sedang bertumbuh, dan ibu hamil yang sedang membawa masa depan generasi NTT, 

dan terkahir, saya juga mengingatkan kita semua yang terlibat dalam program MBG untuk tetap menjaga sikap, menjaga integritas diri, jauhi gaya hidup pamer yang bisa menimbulkan kesan negatif dimata masyarakat,

Kita doakan bersama agar program MBG ini terus berjalan semakin baik lagi."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

cukup tahu • turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain: Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Denpasar - Wilayah Bali Nusra, Mursinah Wahyuningsih Daeng • Asisten Administrasi Umum Sekda Prov NTT, Yohanes Oktavianus • Kepala Badan Keuangan Prov NTT, Benhard Menoh • Kepala Regional • Wakil Kepala Regional dan Koordinator Wilayah Prov NTT • Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Prov NTT • Pimpinan Perangkat Daerah terkait lingkup Pemprov NTT dan Pemkot Kupang serta perwakilan yayasan dan mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Sosial, Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Humas Pemprov NTT, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®