KRONOLOGI Kasus Penyiraman Air Keras Ke Akitivis KontraS, Andrie Yunus.!

Edisi: 1.351
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Karikatur: KC|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Sebelum disiram air keras, Andrie Yunus baru saja merampungkan perekaman siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.'

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus mendapat serangan dan tindak kekerasan berupa penyiraman air keras saat berada di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/03/26) malam

Andrie disiram larutan berbahaya oleh dua orang tidak dikenal. 

Kedua orang tersebut, mengendarai sepeda motor yang datang dari arah berlawanan dengan Andrie.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan, pelaku menyiram air keras ke bagian depan tubuh Andrie. Setelah itu Andrie ambruk ke jalan. 

"Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya."|Dimas (Koord KontraS), Jumat (13/03/26) 

Dimas menjelaskan, sebelum kejadian, Andrie baru saja merampungkan perekaman siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta Pusat, sekitar pukul 23:00 WIB, Kamis malam. 

setelah itu, korban mampir ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. 

lalu Andrei melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor.

Sekitar pukul 23:37 WIB, dua orang yang diduga laki-laki dengan mengendarai sepeda motor matic mendekati Andrie. 

Selanjutnya kedua orang itu menyiramkan air keras ke arah Andrie. 

Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian kanan Andrie, seperti: mata, wajah, dada, dan tangan.

Sebagian baju korban juga meleleh imbas terkena air keras. 

hasil pemeriksaaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar serius sebanyak 24%. 

Korban sempat berteriak kesakitan dan menyebut air keras sehingga sejumlah warga berdatangan. 

terduga pelaku menjatuhkan gelas berbahan stainless steel saat berupaya kabur. 

Para pelaku diduga melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. 

Korban kini sedang dirawat intensif di rumah sakit RSCM Jakarta. 

Kecam, 

Dimas mengecam serangan terhadap Andrie yang selama ini menjadi aktivis pembela hak asasi manusia tersebut. 

"Upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal."|Dimas (Koord KontraS), Jumat (13/03/26) 

Dimas mendesak aparat penegak hukum mengusut kejadian ini dan mengungkap pelaku di baliknya. 

Pelaku bisa dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan, karena serangan tersebut dilakukan setelah Andrie melakukan kerja untuk membela kepentingan HAM.

Dimas mengatakan, selain merekam siniar, ada beberapa aktivitas Andrie pada Kamis kemarin, antara lain: Andrie menghadiri pertemuan Komisi Tim Pencari Fakta demo Agustus 2025 di kantor Celios, Kamis sore.

selain kekerasan kali ini, Andrie pernah mengalami rangkaian teror setelah menggeruduk rapat tertutup antara Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Maret 2025. 

Rapat tertutup tersebut membahas revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia. 

"Korban seharusnya mendapat hak pelindungan berdasarkan hukum nasional ataupun internasional yang telah diterima RI, baik sebagai warga negara maupun pembela HAM."|Dimas (Koord KontraS)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: KontraS, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®