Edisi: 1.316
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadikan 'NTT Mart' sebagai Program Prioritas tahun 2026 untuk memperkuat Ekonomi Masyarakat.
Program tersebut diluncurkan, untuk menjawab permasalahan pemasaran yang dihadapi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov NTT, Dr. Drs. Zeth Sony Libing, M.Si, menjelaskan, NTT Mart dibentuk sebagai ruang pemasaran terpadu produk lokal.
melalui skema konsinyasi hingga beli putus, pemerintah memastikan produk IKM memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan, Sabtu (07/02/26) dikutip dari RRI Kupang.
eks Kadis Parekraf Prov NTT itu, mengungkapkan, latar belakang lain lahirnya NTT Mart adalah defisit neraca perdagangan Prov NTT yang mencapai IDR 51 Triliun.
Kondisi tersebut menyebabkan tingginya konsumsi produk luar daerah dibandingkan produk lokal hasil masyarakat sendiri.
NTT Mart juga dihadirkan sebagai etalase bersama untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal Prov NTT kepada masyarakat.
dengan satu ruang pajang, masyarakat dapat melihat langsung inovasi, kreativitas, dan kualitas produk IKM dari berbagai kabupaten.
dalam pelaksanaannya, NTT Mart dibentuk di setiap kabupaten, bekerja sama dengan pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga keagamaan.
Pelaku UMKM, termasuk dari wilayah terpencil, difasilitasi melalui pendampingan kualitas kemasan, sertifikasi halal, BPOM, hingga pemasaran digital.
Ke depan, NTT Mart diarahkan untuk menjangkau pasar nasional hingga internasional melalui sistem penjualan yang berani.
Pemerintah berharap kebijakan yang diinisiasi Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur, Johni Asadoma, mampu meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, serta mengurangi kemiskinan di NTT.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Ekonomi, Perdagangan, Bisnis,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: RRI Kupang, Disperindag Prov NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES


