Gubernur Prov NTT, Melkiades Laka Lena SEMPROT Pemda dan Sekda Ngada terkait Anak SD Bunuh Diri: "Malu Saya sebagai Gubernur.!"

Edisi: 1.312
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: DAB|Properti

KUPANG TIMES - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena meluapkan kemarahannya atas peristiwa meninggalnya seorang anak berusia 10 Tahun di Kabupaten Ngada yang diduga tewas akibat kemiskinan.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan Nasional dan memicu Kritik Keras dari Melki Laka Lena terhadap Pemerintah Daerah hingga seluruh Pranata Sosial di Prov NTT.

Kemarahan Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena disampaikan, saat dirinya memberikan Pidato di Universitas Citra Bangsa, Kupang, Rabu (05/02/26). 

eks Legislator RI itu, menegaskan, peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan pemerintah dan sistem sosial dalam melindungi warga paling rentan.

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengungkapkan, sejak dua hari terakhir dirinya menerima banyak pesan dari Menteri, Pimpinan DPR-RI, hingga berbagai pihak yang mempertanyakan Kondisi di Prv NTT. 

Politikus Golkar itu merasa malu sebagai Gubernur Prov NTT, karena masih ada Warganya yang meninggal karena Persoalan Ekonomi Dasar.

"Malu saya sebagai Gubernur.!

masa ada warga negara Indonesia mati hanya karena miskin, ini bukan persoalan biasa, ini alarm bagi kita semua."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) di hadapan para pejabat dan akademisi.

Soroti Pemda Ngada dan Lemahnya Respons Pemerintah, 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, secara khusus menyoroti lambannya respons Pemerintah Kabupaten Ngada, dirinya mengaku sudah menghubungi pimpinan daerah setempat.

namun, tidak segera mendapat tanggapan, hingga akhirnya harus mengirim timnya sendiri untuk mengecek langsung ke lapangan.

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, mengkritik keras Pemkab Ngada, karena hingga malam hari, belum ada perwakilan resmi pemerintah daerah yang datang melayat keluarga korban.

"tadi malam saya cek, belum ada pemda Ngada datang secara resmi melayat keluarga korban, ini gila.! 

Kita gagal sebagai pemerintah kalau urus warga negara model begini."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, mengatakan, kegagalan ini tidak hanya milik pemerintah, tetapi juga kegagalan pranata sosial secara menyeluruh.

"Pemerintahan gagal, pranata sosial gagal, pranata agama gagal, pranata budaya gagal, 

sampai ada orang mati karena miskin begini."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)

Perangkat Sosial Ada, Uang Ada, Tapi Orang Masih Mati, 

dalam pernyataannya, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mempertanyakan efektivitas berbagai program bantuan sosial yang selama ini digelontorkan ke daerah.

"Guna apa kita punya PKH, perangkat sosial segala macam,

Uang triliunan mengalir ke NTT, tapi masih ada orang miskin mati karena tidak bisa beli buku tulis, 

Ini tidak boleh terjadi lagi."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi yang terakhir dan meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bertanggung jawab secara berjenjang.

"ini cukup, ini yang terakhir, Kalau ada lagi yang mati karena kita abai, 

Kita eksekusi siapa yang bertanggung jawab."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)

Pemakaman  yang Layak, 

Pemerintah Prov NTT memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama Pemerintah Kabupaten Ngada memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan. 

Beri Bantuan dan Perbaikan Sistem Perlindungan Sosial, 

selain itu, Pemprov NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, menegaskan, pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. 

salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

"Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan, ini soal kemanusiaan, Data adalah pintu masuk semua layanan."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, menginstruksikan, seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Pemerintah Prov NTT sedang menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

"ini harus menjadi kejadian terakhir, Tidak boleh ada lagi anak-anak atau keluarga miskin di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama, demi memastikan NTT menjadi rumah yang aman dan manusiawi bagi semua.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Kemanusiaan, Sosial, Ekonomi, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Humas Pemprov NTT, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®