Istana: 'Pembayaran Utang Whoosh Pakai APBN.!' WOW..

Edisi: 1.318
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: TCO|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Presiden RI, Prabowo Subianto sebelumnya berkomitmen untuk membayar utang Whoosh sebesar IDR 1,2 Triliun per-tahun.'

Istana Kepresidenan memastikan utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). 

sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto berkomitmen untuk membayar utang proyek era Pemerintahan Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo itu, sebesar IDR 1,2 Triliun per-tahun.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, Prabowo, mengkonfirmasi bahwa; pelunasan pinjaman ke kreditor akan memakai Kas Negara. 

"Iya (Pembayaran Utang Whoosh dengan APBN)."|Prasetyo (Mensesneg), saat di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, (10/02/26) 

Prasetyo mengatakan, Istana Kepresidenan telah mendapat laporan bahwa; proses pembayaran utang Whoosh masih dalam proses pembicaraan teknis. 

Negosiasi Pelunasan Utang tersebut akan dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani.

sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono membahas restrukturisasi keuangan dan utang Whoosh dengan Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. 

Keduanya bertemu di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/01/26) lalu. 

AHY mengatakan, restrukturisasi keuangan dan utang KCJB atau Whoosh saat ini masih jadi fokus pembahasan. 

Karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut."|AHY (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), saat di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/01/26) 

Namun, saat itu AHY belum dapat menjelaskan secara rinci opsi yang akan digunakan pemerintah untuk mengatasi masalah utang Whoosh. 

Diskusi soal rencana penggunaan APBN juga masih terus berlanjut dan belum ada keputusan resmi.

"Mohon bersabar karena kami juga terus mencari solusi yang terbaik,

Prinsipnya adalah sesuai arahan bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa negara akan mengambil tanggung jawab juga terkait struktur keuangan."|AHY (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

cukup tahu • Danantara akan turun tangan dalam proses restrukturisasi utang terutama yang berkaitan dengan operasional Whoosh. 

sementara porsi pemerintah, berkaitan dengan infrastruktur.

Sejak dibangun pada 2016, proyek kereta cepat menelan total biaya USD 7,2 Miliar atau setara dengan IDR 120 Triliun (Kurs IDR 16.707 per USD). 

terdiri atas investasi awal USD 6,02 Miliar dan pembengkakan biaya (cost overrun) USD 1,21 Miliar.

Sebanyak 75% pendanaan diperoleh dari pinjaman China Development Bank dan 25% sisanya dari ekuitas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). 

Konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menguasai 60% saham KCIC. 

sedangkan 40% sisanya dipegang konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co Ltd.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hutang, Keuangan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kemensetneg, Danantara, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®