Presiden AS, Donald Trump ANCAM Tambah Tarif 10% untuk Negara Pendukung BRICS, Nasib Indonesia GIMANA.?

Edisi: 1.200
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BRICS|Properti

RIO DE JANEIRO, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengancam, akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% terhadap negara-negara yang dianggap "bersekutu" dengan kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS, seiring dimulainya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasil, Minggu, (06/07/25).

melalui unggahan di platform Truth Social, Trump, memperingatkan sejumlah Negara yang membuat dan mendukung kebijakan anti-Amerika BRICS, akan dikenakan sanksi tarif tambahan 10%.

“Negara mana-pun yang menyelaraskan diri dengan kebijakan anti-Amerika dari BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10%, 

tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini.”|Trump (Presiden AS) 

Namun, Presiden AS, Donald Trump, tidak menjelaskan secara detail, kebijakan seperti apa yang dianggap “anti-Amerika."

Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, dipublish, beberapa jam setelah BRICS, kelompok negara berkembang yang kini diperluas mencakup Indonesia merilis pernyataan bersama yang mengkritik meningkatnya tarif global dan menyerukan reformasi lembaga-lembaga internasional.

BRICS Perluas Peran dan Cakupan, 

KTT BRICS tahun 2025, diselenggarakan di Museum Seni Modern, Rio de Janeiro, Brasil, dengan tema; 'mendorong kerja sama global selatan serta reformasi tata kelola global.'

dalam pidato-nya, Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengatakan, BRICS sebagai penerus gerakan Non-Blok pada era Perang Dingin.

“dengan multilateralisme yang terus mendapat tekanan, otonomi kita kembali dipertaruhkan."|Lula (Presiden Brazil) 

Lula, menyoroti, pentingnya BRICS dalam menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di tengah polarisasi geopolitik dan perang dagang.

Lula, menegaskan, BRICS saat ini, mewakili lebih dari 50% populasi dunia dan sekitar 40% output ekonomi global.

Indonesia Hadiri KTT BRICS Pertama Kalinya, 

Tahun 2025, menjadi momen bersejarah bagi Indonesia, yang hadir untuk pertama kalinya sebagai anggota resmi BRICS bersama negara anggota baru lainnya: Mesir • Ethiopia • Iran • Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

total anggota BRICS saat ini, berjumlah; 11 Negara, setelah sebelumnya hanya terdiri dari Brasil • Rusia • India • China dan Afrika Selatan.

meskipun BRICS semakin kuat secara diplomatik, sejumlah analis mempertanyakan konsistensi arah dan kepentingan di antara negara anggotanya yang sangat beragam, termasuk di antaranya rival regional dan kekuatan besar yang kerap bersaing di forum internasional.

Kecaman terhadap Serangan di Gaza dan Iran, 

dalam pernyataan bersama, para pemimpin BRICS mengutuk serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas nuklir damai di Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

BRICS juga menyuarakan “keprihatinan mendalam” atas kondisi kemanusiaan di Gaza akibat serangan Militer Israel.

BRICS mendukung aksesi Iran dan Ethiopia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menyerukan pemulihan fungsi penyelesaian sengketa dagang di lembaga tersebut yang kini macet.


Reaksi terhadap AI dan Iklim, 

dalam diskusi terpisah mengenai kecerdasan buatan (AI), para pemimpin BRICS menyerukan pengawasan ketat atas penggunaan AI yang tidak sah dan pentingnya mekanisme imbal hasil yang adil atas data yang dikumpulkan.

terkait perubahan iklim, Brasil memanfaatkan KTT BRICS sekaligus sebagai pembuka jalan menuju COP30 (KTT Iklim PBB) yang juga akan digelar di Brasil pada November 2025 mendatang.

China dan Uni Emirat Arab telah menyampaikan minat berinvestasi dalam inisiatif konservasi hutan tropis yang digagas Brasil, Tropical Forests Forever Facility.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Pajak, Ekonomi, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BRICS, White House, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®