Edisi: 862
Halaman 1
Integritas|Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas segala salah dan khilafnya dalam menjalankan amanah sebagai Kepala Negara.
dan sejumlah partai politik, memberi pujian terhadap sikap Presiden RI, Jokowi.
namun, ada beberapa parpol, justru melayangkan kritikan.
lalu, seperti apa tanggapan partai politik, terkait perkataan Presiden RI, Jokowi, minta maaf ini.?
sebelumnya, permintaan maaf tersebut, diucapkan Presiden RI, Jokowi, dalam acara zikir kebangsaan, menjelang HUT Ke-79th di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, (01/08/24), di hadapan ribuan tamu undangan.
“dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Profesor K.H. Ma’ruf Amin ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini,”|Jokowi (Presiden RI), dikutip dari Antara, Kamis, (01/08/24).
1. Partai Solidaritas Indonesia (PSI),
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep menanggapi sikap Presiden RI, Jokowi yang menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia.
menurut Kaesang, tidak ada Presiden yang sempurna dan bisa berbuat kesalahan.
“saya rasa itu kan sebagai Presiden, pasti tidak sempurna, enggak ada makhluk hidup yang sempurna,”|Kaesang Pangarep (Ketum PSI), saat ditemui di Jakarta Selatan, Jum'at, (02/08/24)
Putra bungsu Jokowi tersebut, menilai, permintaan maaf ayah kandungnya itu sebagai tindakan manusiawi.
terlebih lagi, katanya, Presiden Ke-7 RI tersebut, akan segera pensiun sebagai presiden dua periode pada Oktober 2024 mendatang.
senada dengan Kaesang, menanggapi permintaan maaf Presiden RI, Jokowi, kepada rakyat Indonesia, Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, mengatakan, ‘tak ada gading yang tak retak,' artinya; tidak ada sesuatu yang tidak ada cacatnya.
“semua manusia memiliki kesalahan, khilaf. Tentu kami di situ liat kebesaran Pak Presiden,”|Raja Juli (Sekjen PSI), dalam jumpa pers PSI di kantor Flypower Indonesia pada Jum'at, (02/08/24).
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia itu mengatakan tidak mungkin ada yang suka 100% terhadap pemerintahan Jokowi.
Raja, menyinggung approval rating Presiden RI, Jokowi yang masih persentase 70-80%.
“tentu masih ada 20-30 persen yang tidak puas, sangat wajar, sangat alami,”|Raja Juli (Sekjen PSI)
2. Partai Keadilan Sejahtera (PKS),
menanggapi permintaan maaf Presiden RI, Jokowi kepada rakyat Indonesia, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyarankan agar Presiden RI, Jokowi, menyampaikan kekurangannya selama 10 tahun menjabat sebagai Kepala Negara.
Mardani, mengatakan, hal itu, supaya kekurangan tersebut dapat diperbaiki di pemerintahan berikutnya.
“Ke depan, bagus Pak Jokowi sampaikan catatan 10 tahun kekurangannya biar bisa dilanjutkan oleh penggantinya,”|Mardani Ali Sera (Ketua DPP PKS) kepada awak media, Jum'at, (02/08/24)
di sisi lain, Mardani mengapresiasi sifat bijak Presiden RI, Jokowi, untuk meminta maaf ke rakyat.
Mardani, sedikit menyinggung tingkat kepuasan di kepemimpinan Presiden RI, Jokowi yang tinggi tapi masih ada warga yang belum tersentuh.
“bagus..,"
"Pemimpin yang baik mudah meminta maaf kepada rakyatnya,"
"walau tingkat kepuasan rakyat tinggi,"
"tetap ada banyak yang tidak tersentuh dan terlayani,”|Mardani Ali Sera (Ketua DPP PKS) .
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),
menanggapi Presiden RI, Jokowi yang menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia menjelang akhir masa jabatan.
PDI-P justru menganggap permintaan maaf tersebut telah terlambat untuk disampaikan sekarang.
“Kami tidak merasa, ini sesuatu yang perlu dihiraukan terlalu serius atau terlalu jauh, karena semuanya sudah cukup terlambat,”|Chico Hakim (Jubir PDI-P), Jum'at, (02/08/24).
Chico, mengatakan, sejumlah kerusakan telah terjadi selama Presiden RI, Jokowi memimpin Indonesia.
Chico, secara khusus, menyinggung, kerusakan dari sisi demokrasi.
“di bidang demokrasi tentu kita tahu ada pembegalan konstitusi kita hanya untuk loloskan putra sulungnya, dan baru-baru ini dilakukan lagi untuk meloloskan putra bungsunya sebagai kandidat politik,”|Chico Hakim (Jubir PDI-P)
Chico, juga mengatakan, ada banyak hal yang tidak sesuai dengan janji dari Jokowi, saat pertama kali maju sebagai calon presiden pada tahun 2014 lalu.
Chico, mengatakan, justru, janji-janji yang disampaikan Jokowi berkebalikan dengan kebijakannya selama ini.
“Banyak sekali hal yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan yang bersangkutan ketika berkampanye di pemilihan pertamanya sebagai presiden,"
"dan justru banyak yang terjadi kebalikannya,”|Chico Hakim (Jubir PDI-P)
4. Partai Amanat Nasional (PAN),
berbeda dengan PDI-P, Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, menilai, sikap Presiden RI, Jokowi meminta maaf di ujung masa jabatannya sudah sangat bijaksana.
“Sikap Presiden Jokowi sangat bijaksana,"
"Sebagai manusia, tentu bukanlah Maha Sempurna, karena kesempurnaan hakiki hanyalah milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa,”|Viva (Waketum PAN), Jum'at, (02/08/24).
Viva, mengatakan, program yang belum sempurna di era Presiden RI, Jokowi nantinya akan diselesaikan dan diperbaiki oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Jika masih ada program yang belum sempurna, ya nanti akan diselesaikan, diperbaiki serta disempurnakan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,”|Viva (Waketum PAN)
Viva, sedikit menyinggung tanggapan PDI-P yang memberikan komentar pedas terkait perkataan Presiden RI, Jokowi minta maaf.
Viva, mengatakan dan meminta partai pengusung Jokowi di dua periode tersebut, untuk menerima kekalahan dengan jiwa ksatria.
Viva, mengatakan, semestinya PDI-P tidak usah lagi mengorek masa lalu dengan narasi negatif yang akan menebar energi buruk.
“Jika sudah kalah, ya sebaiknya menerima dengan jiwa ksatria,"
"Tidak usah lagi mengorek-ngorek masa lalu,"
"dengan memakai bahasa negatif, destruktif, dan toxic,"
"tidak enak dibaca,"
"dan dirasa menebar energi buruk,”|Viva (Waketum PAN)
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),
Waketum PKB, Jazilul Fawaid, mengatakan, secara pribadi, masyarakat pasti memaklumi permintaan maaf Presiden RI, Jokowi.
Jazilul, mengatakan, tapi masyarakat juga mencatat apa saja janji yang belum dituntaskan.
“tentu sebagai pribadi, Pak Presiden akan dimaklumi,"
"tapi sebagai presiden, satu Indonesia mencatat mana yang belum selesai, mana yang sudah selesai, mana yang tidak sesuai dengan janjinya, dan mana yang sudah sesuai,”|Jazilul (Waketum PKB), saat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jum'at, (02/08/24).
Wakil Ketua MPR RI itu, juga menyinggung, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum memenuhi target di kepemimpinan Presiden RI, Jokowi.
Jazilul, mengatakan, jumlah pengangguran di Indonesia juga masih banyak.
“banyak yang harus diperbaiki, termasuk janji pertumbuhan ekonomi juga belum terpenuhi,"
"termasuk janji untuk menegakkan demokrasi juga masih dalam tanda kutip ada yang masih belum merasakan kepuasan itu,”|Jazilul (Waketum PKB)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan, Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemensetneg, DPP PSI, PKS, PDI-P, PAN, PKB,
| Penerbit: Kupang TIMES
