Edisi: 860
Halaman 2
Integritas|Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Ketua Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Anwar Iskandar, mengatakan bahwa makan sebagai salah satu aspek penting negara ideal.
Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini menyampaikan bahwa makan bisa menjaga stabilitas di tengah masyarakat.
“kata Al Quran makan penting,"
"cukup sandang, cukup pangan,"
"Jadi, kalau ada seorang Presiden, seorang Wakil Presiden punya program beri makan rakyat itu program Allah Swt,"
"Ya iya kan.? mau dilawan.? mau kita lawan.?
"itu Program tuhan itu,”|Anwar Iskandar (Ketua MUI) saat menghadiri acara Zikir Kebangsaan HUT RI Ke-79 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (01/08/24).
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tidak memiliki kebijakan memberi makan gratis untuk warga.
belakangan ini, program makan siang gratis dipromosikan sebagai janji kampanye Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Prabowo, yang terpilih sebagai Presiden, bersama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadikan skema tersebut, sebagai prioritas pemerintahannya kelak.
Anwar, mengatakan, meski tidak secara spesifik, dalam pidatonya, mengatakan bahwa; yang dimaksud sebagai program tuhan adalah milik Prabowo.
saat memberi sambutan, Anwar Iskandar, mengatakan, dua hal lain, yang membuat Negara menjadi ideal.
PERTAMA, Negara yang bangsanya beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan beribadah sesuai agamanya.
KEDUA,Negara yang membuat masyarakatnya aman.
“Negaranya aman, kedaulatannya terjaga,"
"oleh karena itu butuh TNI yang kuat, butuh Polisi yang profesional,"
"Betul apa tidak.?"
"Jadi menciptakan Negara yang kuat, Keamanannya kuat itu program Allah Swt,"
"Panglima TNI dan Kapolri kan meneruskan saja,”|Anwar Iskandar (Ketua MUI)
untuk diketahui • sebanyak 3.163 peserta mengikuti Zikir dan Do'a Kebangsaan, termasuk Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, dan OASE organisasi untuk para istri menteri Kabinet Indonesia Maju.
Turut berpartisipasi Majelis Zikir, Ponpes Hubbul Wathon, Para Tokoh Agama, Para Tokoh Agama Kaltim, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, pimpinan ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, ulama dan kiai, dan santri.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan, Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Religius, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: MUI, Setkab, Kemensetneg,
| Penerbit: Kupang TIMES
