Kolaborasi dengan SpaceX, Tesla Luncurkan Mobil yang bisa Terbang di Udara.!

Edisi: 1.567
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: Tesla Motors|Properti • Proses Pendaratan Mobil Sport Roadster, usai bermanuver di Udara TEXAS, USA, Kamis (15/10/26) 

TEXAS, KUPANG TIMES – CEO Tesla Motors Elon Musk resmi memperkenalkan mobil sport Roadster terbaru yang diklaim bisa 'terbang' menggunakan teknologi pendorong dalam sebuah acara di fasilitas perusahaan antariksa SpaceX, Texas, Amerika Serikat (AS). 

dalam demonstrasi yang disiarkan langsung melalui akun Tesla di platform X, Kamis (15/10/26), mobil tersebut terlihat melaju melalui sebuah jalur menanjak yang curam sebelum terangkat ke udara dan kembali mendarat dengan rodanya.

Musk mengatakan, mobil tersebut dilengkapi sistem pendorong khusus yang memungkinkan mobil melakukan manuver di udara.

"Mobil Terbang itu Nyata."|Musk (CEO Tesla Motors) dalam acara tersebut, dikutip dari AFP, Jum'at (16/10/26).

meski demikian, Musk mengakui bahwa; teknologi yang diperkenalkannya masih menghadapi sejumlah tantangan sebelum dapat digunakan secara luas. 

"Keberhasilannya tidak dijamin, tetapi kemungkinan besar akan berhasil."|Musk (CEO Tesla Motors)


Tesla Roadster gunakan Teknologi Pendorong dari SpaceX, 

Roadster yang diperkenalkan Elon Musk merupakan mobil sport yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dari SpaceX.

berbeda dengan mobil biasa, mobil sport Roadster dilengkapi dengan sistem pendorong atau thruster yang dirancang untuk membantu kendaraan terangkat dari permukaan tanah.

Musk menjelaskan, sistem tersebut memanfaatkan tangki udara bertekanan tinggi.

udara bertekanan tinggi tersebut digunakan untuk menghasilkan dorongan yang memungkinkan kendaraan melakukan manuver di udara. 

Musk mengungkap, teknologi mobil sport Roadster merupakan hasil kerja sama antara Tesla Motors, Produsen Mobil Listrik yang dipimpinnya, dan SpaceX, Perusahaan Pengembangan Roket miliknya.

"inilah yang terjadi, ketika ada kolaborasi antara perusahaan mobil terbaik di dunia dan perusahaan roket terbaik di dunia."|Musk (CEO Tesla Motors)

Musk mengatakan, dalam demonstrasi di fasilitas pengujian SpaceX, mobil tersebut melaju melalui jalur yang menanjak sebelum meluncur ke udara. 

usai meluncur ke udara, mobil sport tersebut kembali mendarat dan menyentuh permukaan tanah dengan posisi roda berada di bawah.

dilansir dari laporan Reuters menulis: mobil sport Roadster menggunakan sistem pengisap, agar tetap menempel pada jalur ketika mobil melaju dalam posisi terbalik. 

Mobil tersebut kemudian melakukan putaran di udara dan mendarat dengan bantuan pendorong yang terpasang pada mobil.

Namun, demonstrasi tersebut belum menunjukkan kemampuan Mobil Sport Roadster untuk melakukan penerbangan jarak jauh atau beroperasi secara berkelanjutan di udara.


Elon Musk Target Produksi mulai 2028,

Musk mengatakan, Tesla Motors menargetkan produksi Mobil Sport Roadster terbaru dimulai pada 2028.

Target tersebut disampaikan setelah perusahaan memperlihatkan kemampuan prototipe mobil sport tersebut dalam demonstrasi di Texas. 

Roadster merupakan salah satu proyek mobil Tesla Motors yang telah lama dikembangkan.

Tesla Motors sebelumnya telah memperkenalkan konsep Roadster generasi terbaru pada 2017, tetapi produksi kendaraan tersebut mengalami sejumlah penundaan. 

dalam acara terbaru, Musk kembali menunjukkan hasil pengembangan mobil sport tersebut, termasuk teknologi pendorong yang memungkinkan mobil melakukan manuver di udara.

meski demikian, Musk tidak menjamin seluruh pengembangan teknologi tersebut akan berhasil sesuai rencana.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan yang perlu diatasi sebelum mobil dapat diproduksi untuk konsumen.

selain kemampuan teknis, kendaraan yang dirancang untuk bergerak di udara juga harus memenuhi ketentuan keselamatan dan regulasi yang berlaku. 

hingga kini, belum ada kepastian mengenai bagaimana kemampuan manuver udara Roadster akan diterapkan dalam penggunaan sehari-hari.


Mobil Terbang masih hadapi Tantangan Teknologi dan Regulasi,  

Pengembangan mobil terbang bukan merupakan gagasan baru dalam industri transportasi Amerika Serikat. 

upaya menciptakan mobil yang dapat digunakan di darat sekaligus di udara telah berlangsung selama lebih dari satu abad. 

pada 1917, pelopor penerbangan Amerika Serikat Glenn Curtiss memperkenalkan salah satu prototipe mobil terbang pertama.

Namun, pengembangan mobil terbang sejenis Roadster, selama bertahun-tahun masih menghadapi berbagai kendala teknis. 

salah satu kendalanya adalah menciptakan mobil yang mampu menghasilkan daya dorong cukup besar untuk terangkat ke udara, tetapi tetap dapat digunakan secara praktis.

Perkembangan motor listrik dan baterai berperforma tinggi dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang baru bagi pengembangan teknologi tersebut. 

meski begitu, persoalan keselamatan dan regulasi masih menjadi hambatan bagi industri mobil terbang untuk berkembang secara luas.

berbagai perusahaan telah mencoba mengembangkan konsep kendaraan yang dapat bergerak di udara, tetapi penerapannya dalam transportasi sehari-hari belum menjadi hal yang umum. 

dalam Kasus Tesla Roadster, teknologi yang diperlihatkan Musk, masih berfokus pada penggunaan sistem pendorong untuk melakukan manuver udara.

Kemampuan tersebut berbeda dengan konsep pesawat yang dirancang untuk terbang secara berkelanjutan dan menempuh perjalanan jauh.

untuk saat ini, Tesla Motors baru memperlihatkan demonstrasi kemampuan prototipe Roadster.

Musk kembali menegaskan, mobil sport Roadster tersebut mulai diproduksi pada 2028, meskipun keberhasilan pengembangannya masih belum dapat dipastikan.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

• Informasi Artikel:

| Konteks: Teknologi, Sains, Sejarah, Otomotif, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Tesla Motors, SpaceX, Reuters, AFP, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®