Edisi: 1.524
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
KETAPANG, KUPANG TIMES – Seekor orang utan jantan dewasa bernama Sempurna mati setelah ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Satwa Primata tersebut diduga terdampak paparan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sempurna ditemukan warga di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Minggu (30/08/26) sekitar Pukul 07:00am WIB.
Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna.
Murlan mengapresiasi warga yang telah melaporkan keberadaan orang utan tersebut sehingga mendapat perawatan medis.
"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,
sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa."|Murlan (Kepala Balai KSDA Kalbar) dalam keterangan tertulis, Kamis (03/09/26).
Murlan mengungkapkan, saat ditemukan, orang utan tersebut berada di dalam parit kering di area perkebunan kelapa sawit milik warga.
Kondisi Orang Utan sangat lemah hingga tidak mampu berdiri dan hanya dapat bergerak secara terbatas.
"Sempurna juga mengalami kesulitan bernapas."|Murlan (Kepala Balai KSDA Kalbar)
Murlan mengatakan, warga yang menemukan orang utan tersebut, langsung lapor ke Petugas terkait.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) langsung turun lokasi dan melakukan evakuasi.
Tim memberikan pertolongan pertama, dengan memberi terapi oksigen dan cairan melalui intravena sebelum membawa Sempurna ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11:30am WIB.
Namun, kondisi Sempurna terus memburuk. • sekitar pukul 14:00pm WIB, sistem pernafasan Sempurna semakin memburuk.
Saturasi oksigennya juga tidak terdeteksi. • Tim kemudian melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).
"Upaya penyelamatan tidak berhasil. • Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15:20 WIB."|Murlan (Kepala Balai KSDA Kalbar)
Untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus faktor yang diduga menyebabkan kematian, BKSDA bersama tim melakukan nekropsi, Selasa (01/09/26)
hasil pemeriksaan menunjukkan, adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.
pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian kaudoventral kedua lobus paru-paru.
Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan tersebut, perubahan pada paru-paru diduga berkaitan dengan paparan asap yang berpotensi mengganggu fungsi paru-paru.
Kondisi tersebut kemudian diduga menyebabkan hipoksia akut, yakni: kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen.
Gangguan tersebut selanjutnya diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna.
"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya."|Murlan (Kepala Balai KSDA Kalbar)
Murlan mengatakan, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelamatan satwa liar, terutama ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak karhutla.
"Peran masyarakat sangat penting.!
Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas."|Murlan (Kepala Balai KSDA Kalbar)
BKSDA Kalbar mengingatkan warga, agar tidak menangani sendiri satwa liar yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, maupun terdampak karhutla.
Warga diminta segera menghubungi petugas agar satwa dapat memperoleh penanganan yang tepat.
'untuk wilayah Kabupaten Ketapang, laporan dapat disampaikan melalui Call Center BKSDA Kalbar di 0811-576-767atau 0811-567-0041.'|tulis BKSDA Kalbar
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Sosial, Kesehatan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BKSDA Kalbar,
| Penerbit: Kupang TIMES
