Edisi: 1.522
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
'Kementerian Koperasi mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan Komunikasi Publik.'
JAKARTA, KUPANG TIMES – Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengatakan, alokasi anggaran sebesar IDR 103 Miliar tidak diperuntukkan khusus untuk siniar.
“Komunikasi Publik bukan hanya mengenai podcast,
Podcast merupakan salah satu kanal komunikasi."|Ferry (Menkop RI) dalam keterangan tertulis, Rabu (02/08/26)
Ferry mengatakan, alokasi anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan komunikasi publik dan dukungan pelaksanaan tugas Kementerian Koperasi.
Ferry menjelaskan, alokasi anggaran mencakup pelaksanaan fungsi hubungan masyarakat, komunikasi publik, dokumentasi, publikasi, serta dukungan tata usaha, teknologi informasi, dan infrastruktur.
Politikus Gerindra itu, mengatakan, komunikasi publik membutuhkan pengetahuan dan keahlian yang profesional agar informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah dapat disampaikan secara tepat, mudah dipahami, dan menjangkau masyarakat secara luas.
“Karena itu, komunikasi publik perlu dikelola secara profesional sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pemerintahan."|Ferry (Menkop RI)
Ferry mengatakan, dukungan tersebut diperlukan agar berbagai Program Kementerian Koperasi dapat tersampaikan kepada masyarakat.
Ferry menjelaskan, seluruh kebutuhan anggaran Kementerian Koperasi harus diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pencapaian kinerja kementerian, dengan tetap memperhatikan prinsip efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan hasil yang terukur.
“Kami memahami bahwa; anggaran negara harus digunakan secara bertanggung jawab. Karena itu, kami terus memastikan setiap penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, akuntabel, dan memiliki hasil yang terukur."|Ferry (Menkop RI)
dikutip dari Antara, dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR-RI, Selasa (01/09/26) Ferry Juliantono mengusulkan tambahan anggaran sebesar IDR 4,53 Triliun untuk 2027.
Anggaran tersebut bertujuan untuk memperkuat kelembagaan koperasi, mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pengawasan dan pendampingan koperasi.
Usulan tambahan anggaran tersebut, terdiri dari: penguatan dukungan operasional sebesar IDR 541 Miliar dan penguatan program teknis sebesar IDR 3,99 Triliun.
Tambahan Anggaran tersebut difokuskan untuk penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan satu data koperasi sebesar IDR 966 Miliar.
selain itu, Ferry mengusulkan anggaran senilai IDR 333,72 Miliar untuk program penghiliran dan pengembangan usaha koperasi melalui pengembangan unit bisnis, penguatan rantai pasok, serta kemitraan dan akses pembiayaan.
untuk penguatan sumber daya manusia, Kementerian Koperasi mengusulkan anggaran sebesar IDR 1,98 Triliun.
Dana tersebut akan digunakan untuk pendidikan dan pelatihan koperasi, sertifikasi kompetensi, pengembangan talenta, pelatihan pengurus dan manajer, pengembangan kurikulum nasional koperasi, serta pembelajaran digital.
sementara itu, anggaran sebesar IDR 1,25 Triliun diusulkan untuk pengawasan dan pendampingan koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Anggaran tersebut, mencakup: pendampingan Koperasi Desa Merah Putih, penugasan business assistant, monitoring dan evaluasi, penilaian kesehatan, pembinaan koperasi, serta penanganan pengaduan koperasi.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Keuangan, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Komisi VI DPR-RI, Kemenkop RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
