'Belajar dari Jepang' BGN Kaji Model Central Kitchen untuk MBG.!

Edisi: 1.546
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES – Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji model Central Kitchen yang diterapkan dalam program makan gratis bagi siswa di Jepang sebagai salah satu referensi untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pembelajaran tersebut didapat melalui audiensi BGN dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, Rabu (23/09/26). 

dalam pertemuan tersebut, BGN mempelajari berbagai praktik penyelenggaraan program makan bagi peserta didik di Jepang.

“di Jepang sendiri juga mengadopsi adanya Central Kitchen. • Jadi ada dua tipe, ada yang dimasak di sekolah, tetapi ada juga yang menggunakan model Central Kitchen, yaitu: makanan dibuat di Central Kitchen, kemudian dibawa ke sekolah dan didistribusikan di sekolah."|Sudaryono (Kepala BGN) dikutip dari Kumparan, Rabu (23/09/26).

Sudaryono mengatakan, model tersebut menjadi salah satu pembelajaran baru bagi BGN. 

BGN akan melihat kemungkinan menyesuaikan model Central Kitchen dengan kebutuhan dan karakteristik pelaksanaan MBG di Indonesia.

“ini menjadi satu pelajaran baru. • Siapa tahu kita bisa juga meniru dengan langkah-langkah yang barangkali perlu di-adjust terhadap pelaksanaan MBG bagi kita."|Sudaryono (Kepala BGN)

BGN Pelajari Tata Kelola Program Makan Gratis Jepang, 

Sudaryono mengatakan, pertemuan dengan JICA merupakan bagian dari upaya BGN memperluas pembelajaran dari negara lain yang memiliki pengalaman dalam menjalankan program makan gratis bagi siswa.

“Intinya adalah kami ingin belajar dari negara yang salah satu yang terbaik dalam program free meals-nya,

Kami sedang mempelajari hal-hal yang bisa kita dapat dari program tersebut, mulai dari cara pelaksanaan, penanganan, hingga peran masing-masing pihak."|Sudaryono (Kepala BGN)

Sudaryono mengatakan, Pembelajaran yang dilakukan BGN tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan. 

selain itu, BGN mempelajari tata kelola serta keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung keberlangsungan program.

dalam praktik di Jepang, peran sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, hingga orang tua turut menjadi bagian yang dipelajari BGN.

“Kami ingin banyak mendengar, banyak belajar, banyak melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita ini bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia."|Sudaryono (Kepala BGN)

Sudaryono mengatakan, Kerja sama Indonesia dengan JICA dalam konteks pembelajaran program makan bagi siswa telah berlangsung sejak 2024. 

salah satu bentuknya dilakukan melalui pengiriman peserta pelatihan ke Jepang untuk mempelajari secara langsung penyelenggaraan program free meals bagi siswa.

Tidak Hanya Belajar dari Jepang, 

Sudaryono menegaskan, BGN terbuka terhadap berbagai pengalaman dan inovasi dari negara lain untuk memperkuat penyelenggaraan MBG. 

pembelajaran tidak hanya berfokus pada Jepang, tetapi juga dapat dilakukan dengan melihat praktik dari negara lain yang memiliki program sejenis.

“BGN tidak menutup mata bahwa kita ada persoalan, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap inovasi, pengalaman best practice atau pengalaman terbaik dari banyak pihak, termasuk dari negara lain. • Apakah Jepang, India, Brasil, dan banyak negara lainnya."|Sudaryono (Kepala BGN)

Politikus Gerindra itu, mengatakan, berbagai pengalaman tersebut nantinya dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. 

BGN mencari model yang dapat memberikan nilai tambah terhadap sistem MBG yang telah berjalan.

“yang kita cari adalah model seperti apa yang kemudian terbaik yang bisa kita lakukan dengan yang sekarang sudah ada. • tinggal kita adopsi sedikit dan kita sesuaikan."|Sudaryono (Kepala BGN)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

• Informasi Artikel:

| Konteks: Edukasi, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BGN, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®