Edisi: 1.499
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Presiden RI Prabowo Subianto menilai, kecerdasan dan keberanian seseorang tidak dapat diukur dari Sekolah tempat mereka Belajar.
Prabowo mengatakan, sudah banyak orang yang membuktikan pandangannya itu, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang tempat kuliahnya tidak terkenal, bahkan tidak ada di Google.
"Jadi, tadi keberanian, Kecerdasan.. dan Kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya.. Kecerdasan bukan dari sekolah,
dan ini sudah kita buktikan berkali-kali.. hari ini sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil.. Saya kira sekolahnya enggak terlalu terkenal Pak Bahlil.. Kalau dicari di Google kampusnya sudah nggak ada."|Prabowo (Presiden RI) saat menghadiri acara peluncuran buku bertajuk: '10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia.' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jum'at (07/08/26).
Prabowo menduga, Bahlil menjadi seseorang yang cerdas berkat didikan kedua orangtuanya.
"bisa jadi, Pak Bahlil tumbuh punya mental petarung karena kondisi ekonomi keluarganya yang begitu sederhana,
Jadi memang bagaimanapun ya ajaran agama kita ya, bahwa; surga ada di telapak kaki ibu.!
Saya kira itu benar.. mungkin Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang karena pengorbanan Ibu.. dengan susah payah bagaimana memberi makan, mengurus anak ini."|Prabowo (Presiden RI)
eks Menteri Pertahanan itu, mengatakan, kesederhanaan hidup Bahlil tersebut membuat dirinya menjadi lebih 'besar' karena telah melewati rintangan dan hambatan hidup.
"hampir bisa dikatakan, orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak hadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan, hampir bisa dikatakan enggak jadi, enggak jadi pemimpin.. itu kenyataan."|Prabowo (Presiden RI)
Prabowo Puji Keluwesan Diplomasi Bahlil Lahadalia,
Prabowo menyoroti karakter unik Bahlil yang dinilainya pandai membawa diri dibanding stereotip masyarakat Indonesia Timur pada umumnya.
Prabowo mengatakan, kemampuan keluwesan berkomunikasi Bahlil tidak lepas dari sentuhan dan pengaruh sang istri yang berasal dari Jawa.
“dan memang kelebihan beliau yang ini jarang dimiliki oleh orang dari Indonesia Timur,
Beliau mungkin itu pengaruh istri yang dari Jawa.. ini jasa istri."|Prabowo (Presiden RI) sembari berseloroh.
Prabowo mengatakan, kultur masyarakat Indonesia Timur umumnya identik dengan gaya bicara yang tegas dan terbiasa blak-blakan.
Namun, Bahlil dinilai berhasil memadukan ketegasan tersebut dengan kesantunan budaya lokal sehingga lebih mudah diterima publik.
“Coba kalau Anda, ya karena saya ini setengah Indonesia Timur juga.. Jadi orang Indonesia Timur itu ciri khasnya itu ya ciri khasnya, blak-blakan.. di alam Indonesia kadang-kadang tidak boleh terlalu blak-blakan,
Nah, ini saya kira pengaruh ibu istrinya Pak Bahlil ini.. Jadi anda berhasil agak menjinakkan orang Indonesia Timur,
Orang Indonesia Timur itu keras, cepat naik.. tapi saya perhatikan, ini beliau orang Indonesia Timur tapi pandai."|Prabowo (Presiden RI)
Kelakar Prabowo soal Kemampuan Bahlil mencairkan suasana,
tidak berhenti di situ, Prabowo juga mengagumi kepiawaian Bahlil dalam membangun komunikasi interpersonal yang hangat.
Bahlil dinilai memiliki seni diplomasi khusus hingga mampu mencairkan suasana dan membuat Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo kerap tertawa lepas.
“Kalau aku lihat, beliau bisa bikin Pak Jokowi ketawa.!
Orang Solo itu susah ketawa sebenarnya.. Orang Solo itu kalem."|Prabowo (Presiden RI)
Tetap Hadir meski Flu, Prabowo akui 'Kena Rayu' Bahlil,
di akhir sambutannya, Prabowo mengaku sebenarnya sedang tidak fit akibat terserang flu.
Kendati demikian, bujukan halus dari Bahlil membuatnya tetap melangkah hadir langsung ke lokasi acara.
“Saya ini lagi flu.. aku sudah izin sama beliau.. 'Pak Bahlil, besok mungkin saya nggak hadir ya peluncuran buku Anda' Siap Pak, Terserah Bapak.. Kita kan yang penting batin kita, kan.. Walaupun tidak ketemu fisik, tapi siap Pak, Terserah Bapak.. tapi kalau kuat, ya mohon hadir Pak."|Prabowo (Presiden RI) menirukan percakapannya dengan Bahlil
Respons diplomatis khas Jawa dari Bahlil itulah yang akhirnya meluluhkan niat Prabowo untuk beristirahat.
“Nah, susah ini, bahaya.. Orang Indonesia Timur kawin sama orang Jawa, bahaya ini.. Dia belajar ilmu, ya, Jadi orang Jawa itu repotnya begitu.. Apa itu istilahnya.? Ya, ada ilmunya lah menghadapi orang Jawa itu."|Prabowo (Presiden RI)
Bahlil tidak menyangka,
Sebelumnya, Bahlil mengaku tidak pernah membayangkan dirinya yang berasal dari Papua bisa menjadi bagian dari pemerintah, bahkan duduk di jajaran kabinet.
"tidak pernah terbesit sedikit pun saya yang tinggal di Papua akan berada di jantung negara, ibu kota Jakarta, dan ikut diberikan kesempatan oleh Presiden ke-7 Bapak Joko Widodo dan Presiden ke-8 Bapak Presiden Prabowo untuk menjadi anggota kabinetnya."|Bahlil (Ketum Golkar)
cukup tahu • Bahlil telah menempati sejumlah jabatan strategis di kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto.
era Jokowi, Bahlil pernah menduduki posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang kemudian diangkat menjadi Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Selanjutnya, Bahlil ditunjuk sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada sisa masa pemerintahan Jokowi.
Jabatan Menteri ESDM itu kemudian kembali diberikan kepadanya pada pemerintahan Prabowo.
Bahlil mengatakan, menjadi menteri bukanlah cita-cita yang pernah terlintas dalam benaknya, karena dirinya lahir dari keluarga yang sederhana di timur Indonesia.
"Saya jujur dalam hidup saya tidak pernah terlintas, jangankan cita-cita atau mimpi, terlintas pun tidak ada.! Demi Allah saya harus menyampaikan ini."|Bahlil (Ketum Golkar)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: DPP Golkar, BPMI, Seskab,
| Penerbit: Kupang TIMES

