Edisi: 1.495
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia membutuhkan orang-orang pintar di bidang sains dan teknologi.
hal tersebut disampaikan Prabowo, di hadapan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Istana, Jakarta, Kamis (06/08/26).
"sains dan teknologi, kita butuh orang-orang pintar, banyak orang pintar."|Prabowo (Presiden RI) dalam pidatonya, Kamis (06/08/26).
KeTum Gerindra itu mengutip pernyataan Presiden Ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie yang mengatakan bahwa; 1% orang pintar saja sudah cukup untuk bangsa.
Sebab, 1% dari total populasi di Indonesia itu sebanyak hampir tiga juta orang.
oleh karena itu, Prabowo mendorong seluruh sumber daya di Indonesia harus mampu dicari, dibina, dibesarkan, dan didukung secara scientific serta rasional.
"Jadi pendekatan kita terhadap kebangkitan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa cita-cita semua, pendiri bangsa kita, termasuk cita-cita kita semua.. bagaimana suatu negara di mana tidak ada kemiskinan, bagaimana satu negara tidak ada ketidakadilan."|Prabowo (Presiden RI)
sebelum menerima arahan dari Prabowo, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, sejumlah riset yang hendak dipaparkan ratusan peneliti berkaitan dengan nuklir, antariksa, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).
dalam momen tersebut, Arif mengungkapkan, pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh mampu atau tidaknya negara menguasai sains dan teknologi.
untuk menguasai sains dan teknologi, penyelesaian masalah pendidikan adalah fondasi serta landasan yang paling kritis.
"Jadi bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat.. Kuncinya adalah sains dan teknologi."|Arif (Kepala BRIN)
cukup tahu • sebelumnya, 150 peneliti BRIN dikumpulkan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Kamis (06/08/26) hari ini.
Kepala BRIN, Arif Satria mengungkapkan, pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, fokus membicarakan 12 klaster isu riset tentang pangan, energi hingga Antariksa.
"Ya kami paparkan overall ya dari 12 klaster itu isu pangan, isu riset tentang pangan, riset tentang energi, riset tentang berkaitan untuk bisa mensupport produk kita untuk kampung nelayan, produk kita untuk MBG, kemudian juga riset antariksa, riset penerbangan, riset nuklir, kemudian riset logam tanah jarang, ya kemudian riset perumahan, riset transportasi, riset kesehatan,
Ya itu produk-produk riset kita memang sudah sangat banyak dan terus terang tidak semua produk inovasi bisa kami pamerkan, karena sebagian kan tersebar di berbagai wilayah.. dan kemudian juga sebagian besar-besar ya sehingga kami sampaikan beberapa yang memang bisa dibawa ke Istana."|Arif (Kepala BRIN)
Arif menjelaskan, sesuai pesan Prabowo, penguasaan teknologi adalah martabat bangsa.
Arif mengatakan, para peneliti jadi semakin bersemangat untuk melakukan riset, demi menghasilkan inovasi yang menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
"Ya setiap klaster punya kebanggaan ya.. tadi energi tadi kan kita bisa memberikan solusi untuk menghemat gas, untuk bisa menghemat devisa.. Karena kalau ANG tadi bisa digunakan dengan tekanan kurang dari 30 bar ya, maka itu bisa menjadi pengganti LPG,
Jadi ini salah satu andalan kita yang nanti akan bisa memberikan solusi untuk bidang energi."|Arif (Kepala BRIN)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Pendidikan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BRIN, Seskab, BPMI,
| Penerbit: Kupang TIMES
