Edisi: 1.153
Halaman 7
JAKARTA, KUPANG TIMES - aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia berakhir Chaos /atau Kacau.
bahkan, terkonfirmasi 4 (emoat) warga sipil tewas, imbas dari aksi unjuk rasa tersebut.
di Jakarta, massa, terlihat, bertahan di beberapa titik lokasi hingga Sabtu dini hari tadi.
massa yang berada di beberapa titik lokasi tersebut, merusak dan membakar sejumlah fasilitas publik, seperti; halte Transjakarta dan gerbang tol.
Kemarahan massa, semakin tidak terkendali, karena tuntutan yang tidak dipenuhi Pemerintah dan DPR-RI.
ribuan massa yang berasal dari beberapa kalangan, pada Jum'at, (29/08/25) membawa beberapa tuntutan, antara lain: Gaji dan Tunjangan Tinggi anggota DPR-RI • solidaritas untuk driver OJOL, Affan Kurniawan, yang dilindas Kendaraan Taktis Brimob 'Barracuda' • Pengesahan RUU Perampasan Asset dan Kenaikan UMP Buruh 2026.
menanggapi aksi yang semakin intens, memaksa Presiden RI, Prabowo Subianto dan Ketua DPR-RI, Puan Maharani, memberikan pernyataan resmi.
dalam keterangan pers di Hambalang, Bogor, Jum'at, (29/08/25), Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan, akan mengambil langkah tegas terhadap petugas yang terbukti bertindak berlebihan.
“Saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan."|Prabowo (Presiden RI) dengan nada tegas.
Presiden Ke-8 RI itu, langsung memerintahkan Kapolri, untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengatakan, apabila ditemukan pelanggaran dalam tindakan aparat, sanksi keras akan dijatuhkan, tanpa kompromi.
“Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas,
Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab,
Seandainya mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku.. kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum."|Prabowo (Presiden RI)
Meski demikian, sang Kepala Negara, meminta, masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Orang nomor satu di Indonesia itu, mengingatkan, ada pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi ini, untuk menimbulkan kerusuhan.
“ada unsur-unsur yang ingin huru-hara.. yang ingin chaos.. itu tidak menguntungkan rakyat.. tidak menguntungkan bangsa kita."|Prabowo (Presiden RI)
Sementara itu, ditempat lain, dalam pernyataan resminya, Ketua DPR-RI, Puan Maharani, meminta maaf atas kinerja DPR-RI yang belum maksimal.
"Kami meminta maaf apabila belum menjalankan tugas kami sepenuhnya sebagai wakil rakyat.. DPR-RI akan terus berbenah dalam mendengar aspirasi rakyat."|Puan (Ketua DPR-RI) dalam keterangan singkatnya.
cucu Presiden RI, Ir. Soekarno itu, menyoroti, insiden tragis dalam aksi demo, pada Kamis, (28/08/25) malam, yang berujung menewaskan 1 (satu) orang, driver OJOL, Affan Kurniawan (21th) karena dilindas oleh Kendaraan Taktis Brimob 'Barracuda.'
terkait insiden tersebut, Puan, menyampaikan, duka cita mendalam atas wafatnya almarhum Affan.
"Semoga amal ibadahnya diterima Allah swt dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.. ikhlas menerimanya dan diberi ketabahan oleh Allah SWT."|Puan (Ketua DPR-RI)
Puan, mendesak, pihak kepolisian, khususnya Kapolri dan jajarannya, mengusut tuntas dan transparan atas kejadian yang terjadi.
DPR-RI akan ikut mengawal proses penyelidikannya sampai selesai.
Puan, menyampaikan keprihatinan atas kekerasan yang dialami oleh peserta demonstrasi saat menyampaikan aspirasi.
untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang sehat dalam bergotong royong dalam membangun bangsa dan negara.
"Kita bersama harus selalu mawas diri.. harus selalu bekerja keras dan harus selalu berdoa agar ke depan insiden dan tragedi seperti ini tidak terjadi kembali dan tidak pernah terjadi lagi."|Puan (Ketua DPR-RI)
Minta Maaf Baik, Penuhi Aspirasi Lebih Baik,
di sisi lain, para Pengamat Politik menghargai dan menilai, permintaan maaf dari para pejabat negara, termasuk Presiden RI, Prabowo Subianto dan Ketua DPR-RI, Puan Maharani, sudah tepat.
Namun, tetap mendorong adanya reformasi di dalam Institusi Kepolisian maupun pernyataan yang dapat menenangkan demonstran.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, mengapresiasi sikap politik Prabowo dan Puan.
Sayangnya dalam Konteks Puan Maharani, dinilai sangat terlambat.
“tapi kalau perbandingannya tidak sama sekali.. ya lebih baik,
Karena yang menjadi soal kan DPR secara institusi.. Kemana Puan selama 3 hari.? Kenapa lebih dahulu Prabowo [yang meminta maaf]”|Agung (Dir. Eksekutif TPS), Jum'at, (29/08/25) dikutip dari Bisnis.
Agung, menyayangkan sikap Puan, yang pada akhirnya memunculkan korban jiwa, karena DPR-RI abai dengan aspirasi masyarakat.
Agung melihat, DPR-RI abai soal cara berkomunikasi yang baik dengan publik.. sehingga bahasa arogan tersebut, tidak muncul ketika kritik itu hadir.
untuk itu, perlu tindakan dan kebijakan yang konkret.
“Kata maaf aja gak cukup dari Mba Puan dan DPR harus hadir secara institusional,
Saya menunggu misalnya; tunjangan rumah dibatalkan atau ditunda atau disesuaikan."|Agung (Dir. Eksekutif TPS)
Agung, mengatakan, perlu juga langkah komprehensif, sehingga tidak ada lagi kesalahan dari para anggota DPR-RI yang menyakiti hari rakyat.
Agung, memandang, anggota DPR-RI cenderung mengikuti sikap dari pimpinan.
"apabila sang pemimpin tidak jelas, bagaimana dengan anggotanya.?"|Agung (Dir. Eksekutif TPS)
Sementara dalam hal Presiden RI, Prabowo Subianto, Agung, mengatakan bahwa; reformasi Kepolisian RI sangat mendesak.
“tidak ada salahnya mempertimbangkan untuk mengganti Kapolri beserta jajaran petinggi perwiranya yang memang harus bertanggung jawab atas meninggalnya Affan."|Agung (Dir. Eksekutif TPS)
Agung, mengatakan, pasalnya, hal tersebut bagian dari preseden bahwa; komitmen pemerintah bukan hanya sebatas case by case, di mana korban sudah jatuh, tetapi bagaimana kepolisian bisa ter-reformasi dengan maksimal.
seirama, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, memandang, permintaan maaf para pejabat sudah tepat.
di mana Pemerintah dan DPR-RI berjanji, akan menindaklanjuti permintaan demonstran.
“Kenapa demo belum reda.? sepertinya demonstran masih marah.. karena kawan OJOL meninggal.. karena terlindas atau dilindas.?
Itu yang bikin solidaritas demonstrasi bermunculan di mana-mana Demonstran tak terima ada nyawa warga negara yang meninggal."|Adi (Dir. Eksekutif PPI).
Adi, mengatakan, satu-satunya cara untuk merendam emosi para demonstran adalah dengan memenuhi semua tuntutan yang disampaikan dalam demo-demo yang sudah dilakukan.
cukup tahu • 4 (empat) warga sipil tewas, imbas dari aksi unjuk rasa tersebut, antara lain:
1. Affan Kurniawan • Driver OJOL | JAKARTA,
2. Abay • Fotografer Bagian Humas DPRD Makassar;
3. Sarina • Staf DPRD Makassar,
4. Syaiful • Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah.
Ketiga Korban berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara alias ASN.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum, Sosial,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemensetneg RI, Sekretariat DPR-RI, PPI, TPS,
| Penerbit: Kupang TIMES


