Edisi: 1.203
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'APBN 2025 terjun bebas, karena mengalami defisit anggaran yang besar, mengalami defisit anggaran akibat pengeluaran-pengeluaran Negara.'
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit.
Defisit Anggaran tersebut, disampaikan oleh: Menkeu RI, Sri Mulyani, saat menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR-RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (01/07/25)
cukup tahu • mulanya, defisit APBN sesuai dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal 2025, direncanakan hanya sebesar IDR 616 Triliun /atau 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menkeu RI, Sri Mulyani, menjelaskan, Defisit APBN 2025, akan mengalami pelebaran menjadi IDR 662 Triliun /atau setara dengan 2,78% dari PDB.
dengan adanya pelebaran tersebut, Menkeu RI, Sri Mulyani, akhirnya meminta persetujuan DPR-RI untuk menggunakan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebanyak IDR 85,6 Triliun.
Kami akan meminta persetujuan DPR-RI menggunakan sisa anggaran lebih Rp 85,6 triliun sehingga kenaikan defisit tidak harus dibiayai semua dengan penerbitan surat utang,” ujarnya 1 Juli 2025.
Permintaan eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, dikabulkan oleh: DPR-RI untuk menggunakan SAL.
melalui izin penggunaan SAL tersebut, Indonesia nantinya masih perlu menerbitkan surat utang, tetapi akan jauh lebih kecil.
seperti dikutip dari Antara, dalam 1 semester realisasi belanja Negara sudah mencapai IDR 1.407,1 Triliun /atau 38,8% dari target APBN 2025.
Pengeluaran ini dibagi menjadi dua, pengeluaran untuk belanja pemerintah pusat sebesar IDR 1.006,5 Triliun dan IDR 400,6 Triliun untuk Transfer ke Daerah.
dari angka tersebut, dalam 1 Semester ini, Pemerintah mencatatkan bahwa; defisit anggaran sekitar IDR 197 Triliun, sekitar 0,81% dari PDB.
Menkeu RI, Sri Mulyani, kembali menjelaskan bahwa; defisit anggaran terjadi, akibat dari penurunan penerimaan negara, khususnya pada periode Januari dan Februari 2025.
saat penerimaan pajak tidak menguat, berbanding terbalik dengan pembelanjaan pada masa kepemimpinan Pemerintahan Prabowo Subianto.
Menkeu RI, Sri Mulyani, dalam rapat kerja, mengatakan, anggaran yang membengkak dan pelebaran defisit anggaran, dikarenakan penggunaan anggaran untuk mendukung capaian program pemerintah.
salah satu program prioritas yang menggunakan APBN adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
dalam pemaparannya, Menkeu RI, Sri Mulyani, menjelaskan, dalam 1 semester tahun 2025, MBG menggunakan IDR 5 Triliun dari total anggaran.
angka tersebut, sekitar 7,1% dari total alokasi anggaran yang disediakan dalam APBN 2025 sebesar IDR 71 Triliun.
“untuk APBN 2025, itu angka (anggaran MBG) IDR 71 Triliun adalah untuk 15,5 Juta Anak Sekolah, 2,4 Juta Ibu Hamil dan Ibu Menyusui,
Realisasinya sampai hari ini baru 5,58 juta (penerima)."|Sri Mulyani (Menkeu RI) dikutip dari Antara, Selasa, (01/07/25)
selain MBG, anggaran juga diklaim telah dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di sektor prioritas, seperti; pendidikan dengan adanya Sekolah Rakyat.
"dari sisi pendidikan, beberapa program yang sudah digariskan presiden; dari perbaikan sekolah • pembangunan sekolah rakyat • sekolah unggulan • kesejahteraan guru dan dosen • beasiswa juga akan masih digunakan terutama untuk program STEM."|Sri Mulyani (Menkeu RI)
selain itu, keinginan pemerintah, untuk menjaga ketahanan pangan, juga menjadi rincian pembangunan lainnya yang menggunakan APBN 2025.
Defisit anggaran juga terjadi untuk mendukung fokus kebijakan fiskal 2025 dalam bidang energi.
dalam pemaparannya, Menkeu RI, Sri Mulyani, mengatakan, dalam upaya diversifikasi energi di Indonesia juga menggunakan anggaran.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Keuangan, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemenkeu RI, Banggar DPR-RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
