Presiden AS, Donald Trump BERTEMU Presiden China, Xi Jinping: "China dan AS Mitra bukan Rival.!"

Edisi: 1.410
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: China Xinhua News|Properti

BEIJING, KUPANG TIMES - Presiden China, Xi Jinping menyatakan, 'China dan Amerika Serikat menjadi mitra, bukan rival.'

hal itu diutarakannya jelang pembicaraan penting dengan Presiden AS, Donald Trump, di Beijing, China, Kamis (14/05/26).

menanggapi pernyataan Xi, Trump menyebut Xi sebagai 'pemimpin besar' dan mengatakan hubungan kedua negara adidaya tersebut akan menjadi 'lebih baik dari sebelumnya.'

sejumlah topik sensitif diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti: tarif perdagangan • persaingan teknologi • perang Iran • dan Taiwan.

Jelang pertemuan, Xi dan Trump berjabat tangan di atas karpet merah di luar Balai Agung Rakyat di Beijing—kedua Kepala Negara disambut anak-anak yang bersorak serta melakukan inspeksi pasukan.

Trump hadir di Beijing bersama sejumlah boss perusahaan teknologi, antara lain: Elon Musk dari Tesla dan Jensen Huang dari Nvidia.

sebelum kedatangannya, Trump mengatakan akan meminta China untuk 'membuka diri' bagi industri AS.

Trump, yang terakhir kali mengunjungi China pada 2017, kini kembali ke negara yang semakin kuat dan semakin asertif, yang berupaya menampilkan diri sebagai kekuatan stabil.

Kedua pemimpin dijadwalkan menghadiri jamuan kenegaraan, Kamis (14/05/26) malam.

Kunjungan tersebut, semula dijadwalkan berlangsung pada Maret, namun ditunda akibat perang Iran.

Apa yang dikatakan Xi Jinping di hadapan Donald Trump.?

dalam pernyataan pembukanya, Xi mengatakan, 'seluruh dunia tengah menyaksikan pertemuan kita.'

saat ini, perubahan yang belum terlihat dalam satu abad sedang dipercepat di seluruh dunia dan situasi internasional bersifat dinamis serta bergejolak.

"Dunia telah sampai pada persimpangan baru.!

Dapatkah China dan AS menghindari jebakan Thukydides dan menciptakan paradigma baru hubungan.? 

dapatkah kita bersama menghadapi tantangan global dan memberikan stabilitas lebih bagi dunia.? 

dapatkah kita, demi kepentingan dunia, kedua bangsa kita, dan masa depan umat manusia, membangun masa depan yang lebih cerah bagi hubungan bilateral kita.?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting bagi sejarah, bagi dunia, dan bagi rakyat,

ini adalah pertanyaan zaman kita yang harus dijawab oleh Anda dan saya sebagai pemimpin negara-negara besar."|Xi Jinping (Presiden China) 

Xi tidak lupa mengucapkan selamat kepada Trump dan AS atas peringatan 250 tahun kemerdekaan negara adidaya tersebut. 

"Saya selalu percaya bahwa; kedua negara kita memiliki lebih banyak kepentingan bersama dari pada perbedaan, 

Keberhasilan satu pihak merupakan peluang bagi pihak lain, dan hubungan bilateral yang stabil baik bagi dunia,

China dan AS sama-sama akan memperoleh manfaat dari kerja sama dan menderita kerugian dari konfrontasi, 

Kita seharusnya menjadi mitra, bukan pesaing.!

Kita harus saling membantu untuk meraih keberhasilan dan kemakmuran, serta menemukan cara yang tepat bagi negara-negara besar untuk hidup berdampingan di era baru."| Xi Jinping (Presiden China) 

Xi mengatakan, dirinya menantikan diskusi dengan Trump dan bekerja sama untuk menetapkan arah serta mengemudikan kapal besar hubungan China-AS, sehingga menjadikan tahun 2026 sebagai tonggak sejarah yang membuka babak baru.


dalam pernyataan pembukanya, Trump mengatakan merupakan sebuah "kehormatan" dapat bertemu dengan Xi hari ini.

"Merupakan kehormatan menjadi sahabat Anda."|Trump (Presiden AS) 

Presiden AS, Donald Trump mengatakan, dirinya membawa 'para pemimpin bisnis terbaik di dunia' dalam kunjungan ini.

"hanya orang-orang teratas yang hadir hari ini untuk memberikan penghormatan kepada Anda."|Trump (Presiden AS) 

Trump mengatakan, sejumlah pihak mengatakan, pertemuan ini sebagai 'pertemuan puncak terbesar yang pernah ada' dan dirinya menantikan pembicaraan tersebut.

Soal Taiwan dan kemungkinan sikap Trump, 

para analis memperkirakan Taiwan akan menjadi salah satu topik utama dalam agenda pertemuan ini.

Xi disebut dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menekan Trump, menghentikan penjualan senjata ke pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.

"yang menjadi kekhawatiran adalah Trump bisa saja mengalah, dalam bentuk tertentu, ketika Xi Jinping menekannya seperti yang selalu ia lakukan terkait isu ini."|Julian Gewirtz, mantan direktur senior untuk Urusan China dan Taiwan di Dewan Keamanan Nasional AS.

Julian mengatakan, China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dan pada akhirnya akan berada di bawah kendali Beijing, serta tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan tersebut.

AS menganut kebijakan Satu China, namun tetap mempertahankan hubungan tidak resmi yang kuat dengan Taiwan—serta memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan sarana bagi pulau tersebut untuk membela diri.

meski para presiden AS selama beberapa dekade berpegang pada pendekatan tersebut, Gewirtz mengatakan kepada BBC bahwa; Trump 'tidak melihat Taiwan dengan sudut pandang yang sama.'

"dalam beberapa kesempatan, dia mengeluhkan dominasi Taiwan dalam industri semi-konduktor."|Julian Gewirtz, mantan direktur senior untuk Urusan China dan Taiwan di Dewan Keamanan Nasional AS

Julian mengatakan, Presiden AS, Donald Trump menyoroti, secara geografis Taiwan jauh lebih dekat ke pesisir China dibandingkan ke Amerika Serikat.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Bisnis, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BBC World, AFP, China Xinhua News, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®