Edisi : 138
Halaman 2
Foto: BPMI, Kunker Presiden RI, Jokowi ke Waingapu, Kab. Sumba Timur, Kamis, (02/06/22)JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), terkait realisasi perkembangan sorgum di lahan seluas 4.355 hektare yang tersebar di enam Provinsi di Indonesia.
Meski begitu, Presiden RI, Jokowi meminta untuk memprioritaskan pengembangkan di Nusa Tengara Timur (NTT), khususnya di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
"Pak Presiden meminta agar di buatkan roadmap sampai tahun 2024, dan meminta di prioritaskan untuk Waingapu, Kab. Sumba Timur, dan di tahun 2023, di persiapkan lahan seluas 115.000 hektare dan di 2024 sebesar 154.000 hektare,"|Airlangga Hartarto (Menko Ekonomi RI), dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (04/08/22).
Airlangga juga mengatakan, keuntungan dari menanam sorgum, dengan mencontohkan produksi sorgum sebanyak 4 ton per-hektare mampu menghasilkan sekitar IDR 12,5 Juta.
"Namun, karena konsumsi sorgum masih rendah, maka dari itu arahan pak Presiden, pilot project ini harus di integrasikan dengan peternakan sapi dan tentunya dari batang pohon sorgum bisa selain untuk makan ternak, bisa juga dengan bioetanol,"|Airlangga Hartarto (Menko Ekonomi RI)
"Presiden RI, Jokowi juga melihat kebutuhan gandum selalu meningkat, apalagi saat ini dunia tengah kesulitan mendapatkan gandum akibat perang Rusia-Ukraina,"|Airlangga Hartarto (Menko Ekonomi RI)
"Maka dari itu, Indonesia harus mengembangkan tanaman pengganti atau substitusi gandum,"|Airlangga Hartarto (Menko Ekonomi RI)
"Dan Indonesia memiliki beberapa alternatif selain sorgum, bisa dari sagu dan singkong,"|Airlangga Hartarto (Menko Ekonomi RI)
"Saatnya Ekonomi, sektor Pertanian dan Masyarakat Tani Sorgum Waingapu, Kabupaten Sumba Timur bekerja keras dan meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Daerah, sektor Pertanian."
(W.J.B)
